LIPUTANINSPIRASI, Malang – Wakil Bupati Malang Dra Hj Lathifah Shohib menghadiri acara pagelaran wayang kulit Dalam rangka 12 suro pesarean gunung kawi dan memperingatkan Haul Eyang Djoego ke -155 serta eyang R. M Imam soedjono ke-148 berlokasikan di Pesarean gunung kawi Kecamatan Wonosari, Jum’at (26/6) Malam. Turut hadir pada kesempatan ini keluarga besar yayasan ngesti Gondo, Jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, serta Forkopimcan Wonosari.
Wakil Bupati Malang dalam sambutannya menyampaikan bahwa merupakan suatu kebanggaan bagi beliau pribadi, dapat melihat masyarakat di sini yang begitu antusias untuk berpartisipasi pada acara Pergelaran Wayang Kulit yang diselenggarakan dalam rangka 12 Suro Pesarean Gunung Kawi, dan memperingati Haul Eyang Djoego ke-155 dan Eyang R.M. Imam Soedjono ke-148.
Wakil Bupati Malang menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Gunung Kawi dan segenap pihak yang terus menjaga, merawat dan mewariskan tradisi ini.
“Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Gunung Kawi telah memberikan teladan bahwa kemajuan zaman tidak harus menghilangkan akar budaya dan nilai-nilai kearifan lokal,” tutur Wakil Bupati Malang
Lebih lanjut disampaikan Wakil Bupati Malang bahwa haul mengajarkan kepada kita pentingnya menghormati jejak para pendahulu. Sebab bangsa yang besar bukanlah bangsa yang hanya membangun masa depan, tetapi juga bangsa yang tidak melupakan akar sejarahnya.
Selain itu, tradisi 12 Suro mengingatkan kita tentang pentingnya introspeksi diri. Dalam budaya Jawa dikenal istilah “eling lan waspada”. Di tengah dunia yang semakin cepat, jangan sampai kita kehilangan waktu untuk menengok ke dalam diri sendiri.
“Pergelaran wayang kulit mengajarkan bahwa kehidupan tidak selalu tentang siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang paling bijaksana. Dalam pewayangan, kemenangan sejati lahir dari kebajikan, kesabaran, dan pengendalian diri,” jelas Wakil Bupati Malang
Di akhir sambutannya Wakil Bupati Malang juga menyampaikan bahwa, Gunung Kawi memberikan pelajaran yang sangat relevan bagi kehidupan masa kini. Banyak orang datang ke sini mencari keberuntungan.
“Namun sesungguhnya keberuntungan terbesar bukanlah apa yang kita dapatkan, melainkan apa yang mampu kita syukuri. Karena orang yang bersyukur akan merasa cukup, sedangkan orang yang tidak bersyukur akan selalu merasa kurang,” Pungkas Wakil Bupati Malang (Prokopim/April/Pemkab)




