LIPUTANINSPIRASI, Sidoarjo – SMK YPM 7 Tarik Sidoarjo menggelar kegiatan Haflatul Wada’ siswa kelas XII Angkatan ke-38 dengan penuh khidmat, haru, dan kebersamaan. Kegiatan yang menjadi agenda tahunan tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat serta stakeholder pendidikan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para siswa dan orang tua/wali murid, jajaran dewan guru dan tenaga kependidikan SMK YPM 7 Tarik, pengurus MWCNU kecamatan Tarik beserta badan otonom (Banom), unsur Forkopimka, Polsek, Koramil, Puskesmas, serta aparatur Pemerintah Desa Kemuning.Sabtu(16/5/2026).
Pada tahun ini, SMK YPM 7 Tarik resmi melepas sebanyak 166 siswa kelas XII yang berasal dari tiga program keahlian, yaitu Teknik Pemesinan, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta Teknik Kendaraan Ringan (TKR).

Suasana haru tampak menyelimuti jalannya prosesi Haflatul Wada’. Kegiatan tersebut bukan hanya menjadi seremoni pelepasan siswa, namun juga bentuk penghormatan sekolah kepada para siswa yang telah menempuh perjalanan pendidikan selama tiga tahun di SMK YPM 7 Tarik Sidoarjo.
Dalam sambutannya, pihak sekolah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh siswa, orang tua, serta semua pihak yang selama ini telah mendukung proses pendidikan di SMK YPM 7 Tarik Sidoarjo.
“Haflatul Wada’ bukan sekadar perpisahan, melainkan momentum mengantarkan anak-anak menuju masa depan dengan do’a, harapan dan kebanggaan. Kami berharap seluruh lulusan mampu menjadi pribadi yang sukses, berkarakter dan tetap menjaga nama baik almamater,” ujar M. Zainul Fuad selaku Kepala sekolah.
Selain prosesi purnasiswa, kegiatan juga diisi dengan pemberian anugerah beasiswa kepada siswa berprestasi dari Universitas Maarif Hasyim Latif sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap semangat belajar para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Momen tersebut menjadi salah satu bagian istimewa dalam Haflatul Wada’, karena memberikan motivasi kepada para lulusan agar terus semangat mengembangkan potensi diri dan tidak berhenti belajar demi meraih masa depan yang lebih baik.
Kegiatan Haflatul Wada’ Angkatan ke-38 kemudian ditutup dengan tausiyah dan doa yang disampaikan oleh KH. Zainal Arifin, M. Ag yang juga dosen di UIN Maliki Malang.
Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh lulusan untuk senantiasa menjaga akhlak, menghormati orang tua dan guru serta menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Perpisahan hanyalah jarak, namun do’a dan kenangan akan selalu menyatukan.(mzf/aba)





