LIPUTANINSPIRASI, Bojonegoro – Nama kegiatan satu ini memang unik: PASS ISYA’. Kegiatan di halaman Masjid Nurus Sholihin, Desa Plesungan, Kecamatan Kapas, Jumat (23/10/2026) malam ini tak lain Pasar Murah Setelah Sholat Isya’. PASS ISYA’ digelar Pemkab Bojonegoro bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Badan Kesejahteraan Masjid dan Musala (BKMM) Bojonegoro.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Dr. Amanullah, Kepala Desa Plesungan H. Mochamad Choiri, Ketua DMI, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bojonegoro. Turut hadir Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bojonegoro, dan tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Isya’ berjamaah, dilanjutkan dengan Ngaji Kebangsaan dan santunan kepada anak yatim piatu serta warga lanjut usia. Setelah itu, masyarakat dapat mengakses pasar murah yang menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik, terutama pada sektor kesehatan. Menurutnya, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan layanan kesehatan agar masyarakat Bojonegoro memperoleh akses pemeriksaan dan penanganan medis yang semakin baik, tanpa harus selalu dirujuk ke luar daerah.
Wakil Bupati menjelaskan bahwa salah satu perhatian pemerintah daerah adalah pengembangan layanan unggulan di RSUD Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro. Layanan tersebut mencakup pemeriksaan dan penanganan penyakit jantung, layanan cuci darah atau hemodialisis, serta pelayanan terkait gangguan otak dan saraf.
“Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan agar masyarakat mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang semakin baik. Kami ingin layanan unggulan di RSUD Sosodoro Djatikoesomo, termasuk layanan jantung, cuci darah, serta penanganan penyakit otak dan saraf, semakin mudah dijangkau masyarakat,” papar Wabup Nurul.
Sementara itu, Kepala Kankemenag Bojonegoro Dr. Amanullah menekankan bahwa kebahagiaan perlu dibangun melalui keseimbangan antara kehidupan spiritual, keharmonisan keluarga, kepedulian sosial, dan ikhtiar memperbaiki kualitas hidup.
“Mari kita menjadi masyarakat yang bahagia, senantiasa bersyukur, menjaga kerukunan, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Masjid hendaknya tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun persaudaraan, memberikan manfaat, serta menghadirkan ketenteraman bagi masyarakat,” terang Amanullah dalam sambutannya.
Pada pelaksanaan pasar murah, panitia menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga khusus. Diantaranya beras kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp 57.000, gula pasir 1 kilogram Rp16.000, dan minyak goreng 2 liter Rp 30.000. Pembelian paket tersebut dibatasi maksimal dua paket per barang. Selain komoditas yang menggunakan kupon, tersedia pula barang nonkupon, seperti telur, bawang putih, bawang merah, gula, dan kebutuhan lainnya.
Antusiasme masyarakat dalam kegiatan ini tampak dari banyaknya warga yang membeli. Pelaksanaan kegiatan di lingkungan masjid juga membuka ruang interaksi antara pemerintah, tokoh agama, pengurus masjid, dan masyarakat, sehingga aspirasi warga dapat lebih dekat dengan pemangku kebijakan.
Melalui PASS ISYA’, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama DMI dan BKMM Bojonegoro mendorong agar masjid semakin berperan sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus pemberdayaan masyarakat. (rul/nn)




