LIPUTANINSPIRASI,Sidoarjo — Hampir seribu pelajar Sidoarjo (tercatat di buku hadir 900 lebih), beramai-ramai berkunjung ke Aula Museum Negeri Mpu Tantular Jatim yang terletak di Jl. Jenggolo Sidoarjo, pada (24/10/2026) siang.
Mereka rela berjubel ingin melihat gelar pameran Seni Lukis Poster yang bertemakan ‘Bahasa Rupa Mengawal Tunas Bangsa’, sebanyak 72 poster yang terpasang karya siswa kelas XI SMA Negeri Sidoarjo.
Menariknya poster-poster tersebut banyak mengedukasi tentang bahaya penyakit HIV/AIDs, bahaya penggunaan narkoba dan akibat pergaulan bebas atau seks bebas.
Pameran dibuka terlebih dahulu oleh Waka Kurikulum SMA Negeri 3 Sidoarjo M. Misbah, S.Kom bersama Kepala Seksi Koleksi dan Konservasi Museum Negeri Mpu Tantular Saiful Arif, SS serta Anis Suryani, S.Pd M.Pd guru Seni Budaya SMA Negeri 3 Sidoarjo sebagai penggagas pameran.
Anis Suryani menjelaskan kalau kegiatan ini dirancang untuk membawa proses pembelajaran keluar dari lingkungan kelas, agar karya anak didik dapat memberikan dampak edukatif secara langsung kepada masyarakat luas.
Menurutnya, penyelenggaraan pameran ini berakar dari keprihatinan mendalam para pendidik melihat tingginya kasus paparan HIV di Sidoarjo, yang menjangkau berbagai usia mulai dari balita hingga orang tua, maraknya peredaran narkoba, serta fenomena seks bebas yang kian meresahkan di kalangan remaja, bahkan tingkat SMP.
”Sebagai bentuk pencegahan dan edukasi preventif, para siswa mengekspresikan kepedulian mereka melalui wujud seni terapan berupa poster yang semuanya telah dipamerkan hingga tanggal 27 Oktober 2026 nanti,” jelas Anis Suryani yang juga merupakan Ketua MGMP Seni Budaya SMA Sidoarjo.
Kegiatan pameran ini melibatkan siswa kelas 11 terbagi ke dalam kelompok, per kelompok beranggotakan enam orang. “Dengan total 12 kelas, terkumpul sekitar 72 karya poster tematik yang dipamerkan untuk umum,” terangnya.
Anis Suryani juga mengaku mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. “Setelah mendapat lampu hijau dari pihak museum, kami langsung menyusun proposal kegiatan dan menghadap kepala sekolah. Alhamdulillah Kepala Sekolah menyambut inisiatif tersebut dengan sangat baik,” ungkapnya.
Jadi secara administratif dan resmi, kerja sama ini dijalankan atas nama lembaga sekolah, yakni SMA Negeri 3 Sidoarjo, sehingga penandatanganan kerja sama dilakukan langsung oleh kepala sekolah.
“Sementara itu, guru mata pelajaran bertindak sebagai pelaksana teknis di lapangan dalam menyukseskan program tersebut,” pungkasnya.(mad/aba)





