LIPUTANINSPIRASI, Mojokerto – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berupaya untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah daerah dan pemerintah nasional atau pusat. Kali ini hal tersebut terlihat pada kegiatan peresmian (launching) dan penyaluran bantuan pangan, yang secara simbolis dilaksanakan langsung oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, Kamis (2/4) siang.
Digelar di Kantor Pemerintah Desa Ngastemi Kecamatan Bangsal, Gus Bupati, sapaan Muhammad Albarraa, menyebut bahwa bantuan pangan yang berupa beras dan minyak goreng tersebut adalah cadangan pangan pemerintah pusat. Ia juga menjelaskan bahwa di Kabupaten Mojokerto, jumlah penerima bantuan kali ini adalah sebanyak 156.513 penerima.
“Pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional menyalurkan cadangan pangan pemerintah berupa bantuan beras dan minyak goreng untuk tahun 2026 ini bulan Februari dan Maret, yang diberikan kepada 156.513 penerima se-Kabupaten Mojokerto,” jelas Gus Bupati melalui sesi arahannya.
Ia melanjutkan, bahwa para penerima bantuan pangan periode Februari-Maret 2026, masing-masing menerima 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng. Jumlah ini adalah kalkulatif yang mana tiap bulannya bantuan yang diterima oleh masing-masing penerima adalah 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng.
Bupati Muhammad Albarraa turut menjelaskan terkait rincian para penerima, ia menyebut bahwa warga yang berhak menerima bantuan adalah warga yang terdaftar pada Data Tunggal Sosial Dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial. DTSEN sendiri adalah basis data terintegrasi milik pemerintah Republik Indonesia yang dikelola bersama oleh Kementerian Sosial, BPS, dan lembaga terkait untuk memuat data individu atau keluarga yang mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan atau desil.
“Penerimanya adalah yang termasuk dalam Data Tunggal Sosial Dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial, jadi penerima bantuan se-Kabupaten Mojokerto ada datanya,” terangnya.
Bantuan pangan yang diinisiasi oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) bertujuan untuk melanjutkan usaha Presiden Prabowo dalam mewujudkan swadaya pangan yang berkelanjutan.
Selain itu di akhir sesinya, Gus Bupati juga membeberkan bahwa bantuan yang didistribusikan oleh Bulog kantor cabang Kabupaten Mojokerto itu juga berperan sebagai salah satu usaha untuk menekan harga bahan pokok pasca lebaran Idul Fitri, ditengah konflik global kini.
“Ini adalah stimulus untuk menstabilkan harga, utamanya bahan-bahan pokok, karena akhir-akhir ini setelah lebaran ditakutkan nanti harga bahan pokok semakin meninggi,” tandasnya.
Sebagai tambahan informasi terkait penyelarasan kebijakan pemerintah daerah dan pemerintah pusat, sebelum acara launching bantuan pangan, Gus Bupati didampingi oleh Sekretaris Daerah Teguh Gunarko, dan para Pimpinan OPD Kabupaten Mojokerto, mengikuti entry meeting tentang pemeriksaan atas laporan keuangan delapan kementerian/lembaga (K/L) di lingkungan Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara V (Ditjen PKN V) BPK (Badan Pemeriksa Keuangan).
Entry meeting yang digelar secara online di Satya Bina Karya tersebut, bertujuan menyamakan pemahaman, membangun komunikasi, serta menekankan kooperatif entitas atau kelembagaan dalam menyediakan data untuk menjamin transparansi pengelolaan anggaran.(Bad/Ng/Pemkab)




