LIPUTANINSPIRASI, Sidoarjo— Lompamar (Lomba Palang Merah Remaja) ke 24 tahun untuk jenjang SMP/MTs dan SMA/MA/SMK se Jawa Timur yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 1 Sidoarjo tahun 2026, diikuti sekitar 710 siswa dan telah berakhir pada (19/4/2026) sore.
Kegiatan yang rutin diselenggarakan tiap tahun oleh SMA Negeri 1 Sidoarjo, kali ini sudah yang ke 24 tahun itu, untuk juara umum kategori madya diraih oleh SMP Negeri 1 Sidoarjo, dan juara umum kategori Wira diraih oleh SMA Negeri 1 Bondowoso.
Atas keberhasilan tersebut, SMP Negeri 1 Sidoarjo dan SMA Negeri 1 Bondowoso berhak membawa piala bergilir untuk kedua kalinya.
Ketua Pelaksana Lompamar ke 24 tahun 2026 SMA Negeri 1 Sidoarjo Amelia Suci Rahmawati menjelaskan dalam kegiatan ini kategori utama yang diperlombakan, diantaranya Youth Station, meliputi materi Gerpala, Pertolongan Pertama (PP), Donor Darah (Dora), Sanitasi Kesehatan (Sankes), Kesehatan Remaja (Kesja), Kepemimpinan, dan KSR.
Termasuk juga Intellectual Thinking, lomba cerdas cermat. Simulasi Pertolongan Pertama, Praktik penanganan darurat. Lomico (Lompamar Comic Competition), lomba membuat komik secara individu.
Ia terangkan, kegiatan ini dirancang untuk memberikan dampak positif bagi para peserta, antara lain melatih keterampilan, mengasah kemahiran siswa dalam memberikan pertolongan pertama.
“Bagi panitia, acara ini menjadi sarana pengembangan diri, belajar mengelola organisasi dan event besar berskala provinsi,” jelas Amel siswa kelas XI ini.
Ketua PMR SMA Negeri 1 Sidoarjo, Gita juga menambahkan bahwa PMR ini bukan hanya tentang pertolongan pertama, tetapi juga sebagai kehidupan yang memberikan manfaat luas, baik secara internal maupun eksternal bagi lingkungan sekitar.
“Yang paling dirasakan dari panitia adalah belajar manajemen organisasi, kami juga bisa belajar mengevaluasi bagaimana pemahaman kami tentang PMR selama ini,” tambah siswa kelas XI.
Kepala SMA Negeri 1 Sidoarjo Dra. Fety Susilowatie, M.Pd juga menuturkan Lompamar ini membuktikan bahwa generasi muda kita memiliki potensi yang patut dibanggakan, terutama dalam tindakan kemanusiaan.
Lanjutnya, melalui acara ini, para siswa diharapkan terus termotivasi untuk mengasah keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
”Salah satu poin yang paling mengesankan dari Lompamar ini adalah kemandirian para panitia penyelenggara. Seluruh konsep dan pelaksanaan teknis merupakan buah pemikiran dan inisiatif dari para siswa sendiri,” kesannya.
Para dewan guru, peran sekolah dan panitia dari unsur guru hanyalah sebatas mendampingi dan memfasilitasi. “Inisiatif sepenuhnya datang dari anak-anak. Kami (dewan guru) hanya mengarahkan dan memberikan pendampingan,” tutur Bu Fety_sapaan akrabnya.
Disamping itu, mereka juga belajar banyak dari pengalaman kakak-kakak kelas sebelumnya dalam mengelola event sebesar ini.
Dengan jangkauan peserta dan juri yang mencakup wilayah Jawa Timur, diharapkan tetap menjadi agenda tahunan yang konsisten. “Event ini menjadi bukti nyata bahwa sekolah mampu menjadi inkubator bagi lahirnya relawan-relawan muda yang tangguh, terampil, dan memiliki empati tinggi terhadap isu-isu kemanusiaan di masa depan,” tegasnya.
Dan yang lebih penting, juga menjadi sarana evaluasi sejauh mana materi PMR telah diserap di sekolah masing-masing. “Sehingga bisa menyiapkan siswa agar mampu mempraktikkan ilmunya di sekolah, maupun dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu sesama,” harap Bu Fety.
Usai menerima piala, Ketua PMR SMP Negeri 1 Sidoarjo Muhammad Bagas Amar Baidlowi mengaku senang sekali bisa membawa piala bergilir kedua kalinya. Sebagai persiapan kami telah menjalani latihan yang sangat intensif selama berbulan-bulan.
“Dalam Lompamar ke 24 ini tim kami berhasil meraih 13 piala, tentunya sangat senang sekali. Khususnya saya pribadi sangat senang sekali, saya kelas 9, jadi punya kenangan tersendiri,” ucap Bagas.
Hal yang sama juga diucapkan Ketua PMR SMA Negeri 1 Bondowoso, Tya Trianti juga mengaku senang dan bahagia sekali bisa membawa kembali piala bergilir Lompamar.
“Alhamdulillah kami bisa membawa pulang kembali piala bergirilirnya. Semoga bisa kami pertahankan setiap tahunnya,” ungkap Tya Trianti bersama pelatihnya Winda.(mad/aba)




