LIPUTANINSPIRASI, Sidoarjo— Dinas Pendidikan Jawa Timur mempercayakan pada Waka Kesiswaan SMK Negeri 1 Sidoarjo Abdul Majid Hariadi, S.Pd M.Pd untuk mengemban amanah, memimpin SMK Negeri 2 Buduran menggantikan Rahadi Supratikto, M.Pd yang menjalini mutasi ke SMK Negeri 7 Surabaya.
Prosesi serah terima jabatan telah dilakukan penandatanganan berita acara kedua belah pihak, dan disaksikan langsung oleh Kepala Cabang Pendidikan Wilayah Sidoarjo, Dr. Kiswanto, M.Pd dan seluruh undangan yang hadir, pada (10/6/2026) siang di Aula SMK Negeri 2 Buduran.
Usai serah terima jabatan, Rahadi Supratikto yang menjabat sebagai Plt hanya sekitar satu bulan enam hari menuturkan, dengan waktu yang tidak lama ini tapi saya merasa nyaman dengan Bapak, Ibu yang ada di SMK Negeri 2 Buduran ini.
Ia menyampaikan kalau dedikasi dan semangat waka dan guru-guru di SMK Negeri 2 Buduran sangat luar biasa sekali. Semangatnya, saling berkolaborasi tinggi sekali, sangat luar biasa.
Jadi untuk itu, saya terima kasih selama membersamai panjenengan semua di sini dengan waktu yang singkat, tapi terasa nyaman. “Karena kita saling merasa memiliki, dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing berjalan dengan baik,” ungkapnya.
“Saya sampaikan selamat datang Pak Abdul Majid, mudah-mudahan dengan hadirnya Pak Abdul Majid ini, Insyaallah akan bisa membersamai panjenengan semua untuk SMK Negeru 2 Buduran yang sudah baik ini menjadi lebih baik lagi,” doanya.
Mulai 10 Juni 2026 Abdul Majid Hariadi resmi memulai tugas barunya sebagai Kepala SMK Negeri 2 Buduran. Ia menyampaikan rasa syukur dan komitmen penuh untuk menjaga amanah kepemimpinan ini dengan dedikasi tinggi.
Secara khusus, Pak Majid_ menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo, Dr. Kiswanto, M.Pd., atas arahan, bimbingan, dan kepercayaan yang telah diberikan kepadanya.
Ia terangkan bahwa di era pendidikan yang bergerak dinamis saat ini, target sekolah menengah kejuruan tidak boleh hanya sekadar meluluskan murid. Tantangan utamanya adalah bagaimana membangun karakter, sikap (attitude), dan daya saing anak didik agar siap menghadapi dunia luar.
Untuk mencapai hal tersebut, ia katakan bahwa keberhasilan sekolah tidak bisa bertumpu pada kepala sekolah saja, melainkan hasil kerja kolektif dan kolaborasi seluruh warga sekolah.
Mari kita bangun kolaborasi, suasana etos kerja, dan kekeluargaan untuk bergerak dan tumbuh bersama demi mewujudkan layanan pendidikan yang baik. “Saya siap membersamai dan mendampingi Bapak/Ibu semua untuk menciptakan pembelajaran mendalam yang bermakna dan berorientasi pada murid,” ajaknya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo Dr. Kiswanto, M.Pd juga menjelaskan kalau kepemimpinan tidak dihitung dari lamanya waktu menjabat. Sekecil apa pun waktu yang diberikan, yang terpenting adalah apa yang telah ditorehkan selama masa jabatan tersebut.
Menurutnya, banyak orang memimpin dalam waktu lama, tetapi tidak bisa meninggalkan kenangan yang berkesan. Makanya seorang pemimpin harus bisa menjadi teladan, dan inspirator bagi orang lain.
Pemimpin yang baru harus mampu melahirkan inovasi dan perubahan positif. Jika ada program terdahulu yang kurang sempurna, tugas pemimpin baru adalah memperbaiki, bukan menghilangkannya.”Jadi setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya,” jelasnya.
Ia juga menekankan, jangan memimpin hanya mengandalkan akal, kecerdasan, atau keterampilan semata. Banyak orang tidak sukses karena hanya mengandalkan kemampuan berpikirnya saja.
“Ingatlah bahwa yang kita pimpin adalah manusia yang memiliki hati dan perasaan. Sekolah adalah tempat mendidik para profesional. Oleh karena itu, luangkan waktu untuk mengajar karakter, dan menanamkan wawasan kebangsaan serta mengajarkan ideologi negara, Pancasila,” tegas Pak Kis_sapaan akrabnya.(mad/aba)




