LIPUTANINSPIRASI,Lumajang – Keberangkatan ratusan prajurit Yonif 527/Baladibya Yudha untuk menjalankan tugas pengamanan perbatasan RI–PNG tidak hanya menjadi agenda seremonial militer, tetapi juga mencerminkan kesiapan negara dalam menjaga stabilitas, kedaulatan, dan kehadiran pelayanan keamanan hingga wilayah terdepan Indonesia.
Sebanyak kurang lebih 450 personel Satgas Pamtas RI–PNG Kewilayahan Yonif 527/BY Tahun 2026 resmi dilepas dalam upacara yang digelar di Lapangan Pratu Natra Yonif 527/Baladibya Yudha, Kabupaten Lumajang, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Lumajang, Indah Amperawati, bersama jajaran Forkopimda dan keluarga prajurit yang turut memberikan dukungan moral kepada para personel yang akan bertugas di wilayah perbatasan Papua.
Dalam amanatnya, Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, menegaskan bahwa tugas pengamanan perbatasan tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan, tetapi juga mendukung terciptanya stabilitas sosial dan keamanan masyarakat di wilayah penugasan.
Menurutnya, kehadiran Satgas Pamtas memiliki peran strategis dalam memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat untuk menjaga kondusivitas wilayah perbatasan.
“Pelaksanaan tugas operasi ini dilakukan untuk mendukung pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan di wilayah agar langkah antisipatif dan proaktif dapat berjalan sehingga stabilitas keamanan tetap terjaga,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa penugasan tersebut merupakan bentuk kepercayaan negara kepada prajurit TNI dalam menjaga wilayah perbatasan sebagai beranda terdepan Indonesia.
“Saya mengucapkan selamat atas kepercayaan yang diberikan bangsa dan negara di pundak saudara untuk melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI–PNG,” katanya.
Selain kesiapan personel, Danrem juga menekankan pentingnya ketahanan keluarga sebagai bagian dari kekuatan moral prajurit selama menjalankan penugasan.
Sementara itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada seluruh prajurit yang akan menjalankan tugas negara di wilayah perbatasan.
Ia berpesan agar para personel tetap menjaga kekompakan, disiplin, serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat di daerah penugasan.
“Jaga kekompakan antar prajurit, bangun sinergi dengan aparat keamanan lainnya, serta lakukan pendekatan yang baik dengan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat agar pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Bunda Indah juga menegaskan bahwa pengabdian para prajurit di wilayah perbatasan merupakan bagian penting dalam menjaga keutuhan bangsa sekaligus menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.
“Selamat menjalankan tugas dengan baik dan selamat. Kami semua mendoakan agar seluruh personel kembali dalam keadaan sehat dan dapat berkumpul kembali bersama keluarga,” ungkapnya.
Keberangkatan Satgas Pamtas Yonif 527/BY tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penguatan wilayah perbatasan tidak hanya dilakukan melalui pendekatan keamanan, tetapi juga melalui kehadiran prajurit yang mampu membangun komunikasi sosial, menjaga stabilitas masyarakat, serta memperkuat persatuan di wilayah terdepan negara. (MC Kab. Lumajang/Tomi/An-m)




