LIPUTANINSPIRASI Sidoarjo – Pengasuh Majlis Taman Surga(MTS) Sidoarjo, Ust. Moh. Ibnu Athoillah, menyatakan keprihatinan mendalam atas maraknya perilaku penyimpangan seksual yang kian merebak di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh ustadz yang akrab disapa Yai Atho’ ini saat mengisi pengajian rutin Selasa malam di Musholla Nurul Falah, Jemundo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Selasa (28/7/2026).
Yai Atho’ mengungkapkan data mengejutkan bahwa saat ini tercatat lebih dari 7.230 warga Sidoarjo yang terjangkit penyakit HIV/AIDS. Fenomena memilukan ini ditemukan merata di berbagai kalangan usia, mulai dari usia pelajar hingga dewasa.
“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Penyakit ini sudah menyasar generasi muda kita, dari yang masih berstatus pelajar sampai yang sudah dewasa,” ujar Yai Atho’ di hadapan para jemaah.
Dalam ceramahnya, Yai Atho’ mengaitkan fenomena ini dengan hadis Rasulullah SAW yang memperingatkan tentang datangnya suatu zaman di mana umat Islam mengabaikan dan menghalalkan perbuatan zina.
Dalam pengajian itu, Yai Atho’ menjelaskan peringatan Rasulullah SAW yang tertuang dalam sebuah hadis sahih yang berbunyi :
عَنْ أَبِي عَامِرٍ الْأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَأَصْلُهُ فِي الْبُخَارِيِ
Artinya ” Dari Abu Amir Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sungguh akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina dan sutra.’ (HR. Abu Dawud, dan asal hadis ini terdapat dalam Shahih Al-Bukhari).
Menurutnya, melonjaknya angka penderita HIV/AIDS merupakan dampak nyata dari keteledoran bersama dalam menjaga moralitas lingkungan.”Dari peringatan hadis ini, seharusnya kita semua, termasuk pemerintah, harus ekstra hati-hati.
Maraknya perilaku LGBT, Lesbi, Boti, serta semakin terbukanya ruang-ruang yang memfasilitasi perzinaan adalah bukti nyata dari keteledoran kita dalam melakukan pengawasan,” tegasnya.
Lebih lanjut, beliau mengajak para jemaah dan pemangku kebijakan untuk kembali merenungkan sejarah peradaban masa lalu yang tertulis dalam kitab suci Al-Qur’an. Salah satunya adalah kisah kaum Nabi Luth AS yang ditimpa azab pedih oleh Allah SWT akibat melakukan penyimpangan seksual.
“Bukankah kita sudah diperingatkan dengan jelas di dalam Al-Qur’an melalui kisah umat Nabi Luth? Mereka diazab oleh Allah karena perilaku menyimpang tersebut. Jangan sampai kelalaian kita hari ini mengundang murka yang sama,” pungkas Yai Atho’.
Melalui pengajian ini, Majlis Taman Surga Sidoarjo mendesak seluruh elemen masyarakat, orang tua, dan pemerintah daerah untuk memperketat benteng moralitas, mengedukasi generasi muda, serta menutup segala celah yang dapat memicu perluasan perilaku menyimpang demi menyelamatkan masa depan Sidoarjo.(Ss/aba)




