Oleh : Moh. Ibnu Athoillah*
Kelahiran Nabi Muhammad SAW bukan sekadar peristiwa sejarah biasa, melainkan titik balik peradaban yang memancarkan cahaya kebahagiaan sejati bagi seluruh alam. Sukacita atas lahirnya Rasulullah dirasakan oleh segenap makhluk, sebab kehadiran beliau membawa risalah yang mengubah kegelapan karakter menuju keluhuran akhlaqul karimah.
Melalui penyempurnaan akhlak inilah tatanan kehidupan yang semula diwarnai kecemasan, keresahan, kekerasan dan ketidakadilan, berubah menjadi suasana yang damai serta menenteramkan.
Ketenangan dan kebahagian yang beliau hadirkan tidak berhenti di alam dunia, melainkan menjadi jembatan menuju kebahagian abadi di akhirat. Allah pertegas dalam QS. Al-Anbiya’: 107 yang artinya,
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.”
Misi Penyempurnaan Akhlak
“Sesungguhnya aku hanya diutus untuk menyempurnaan akhlak yang mulia.” Mengubah sifat-sifat buruk menjadi akhlaqul karimah yang membawa kesejukan lingkungan dan kedamaian universal. Karakter sombong diganti dengan tawadhu (rendah hati), kezaliman diganti dengan keadilan, dan permusuhan diubah menjadi persaudaraan.
Gembira atas Karunia Allah.
Sebagaimana termaktub dalam QS. Yunus: 58. Artinya katakanlah (Muhammad), ‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.'”
Para mufassir seperti Ibnu Abbas, Al-Qurtubi, dan Ibnu Katsir menjelaskan bahwa fadhlullah(Karunia) merujuk pada Al-Qur’an atau ilmu syariat, sedangkan rahmat-Nya merujuk pada iman atau ditutusnya Nabi Muhammad SAW.
Perwujudan Do’a Kebahagiaan.
Kebahagiaan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW bermakna mendalam ketika diwujudkan dalam transformasi diri dan pengharapan keselamatan.
Mencapai Kebahagian Haqiqi
Menjadikan syariat dan keteladanan beliau sebagai fondasi ketenteraman dan kebahagian hidup di dunia hingga ke surga yang abadi.Memaknai Bahagia atas Kelahiran Muhammad SAW
Mengharapkan syafaat beliau sebagai sosok pembimbing dan pendamping yang setia menunggu umatnya di pintu surga. Hakikat inilah yang memancar dalam doa universal yang senantiasa kita panjatkan dalam QS. Al-Baqarah: 201.
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”
Mencapai hasanah atau kebahagian di dunia berarti hidup dalam naungan akhlak mulia dan kedamaian, sedangkan
hasanah di akhirat adalah meraih ketenangan abadi di surga bersama syafaat Nabi Muhammad SAW.
Kunci Sukses Dunia dan Akhirat
Hebatnya, ketenangan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW tidak berhenti di kehidupan dunia saja. Kedamaian tersebut menjadi jembatan yang terus berlanjut hingga kehidupan abadi di akhirat kelak.
Sebagai nabi pemberi syafaat (syafa’at al-uzhma), beliau adalah sosok mulia yang setia mendampingi dan menunggu umatnya di pintu surga Allah SWT.
Makna kebahagiaan utuh dari dunia hingga akhirat inilah yang selalu kita panjatkan dalam doa sapu jagat yang sangat akrab di telinga kita:”Robbana atina fiddunya khasanah wafil akhirat khasanah waqina adzaban nar.”Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)
Kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah jawaban nyata yang mewujudkan isi doa tersebut. Tanpa bimbingan dan risalah yang beliau bawa, kita tidak akan pernah tahu jalan keselamatan. Oleh karena itu, memaknai kebahagiaan Maulid Nabi tidak cukup hanya dengan perayaan seremonial.
Kebahagiaan sejati adalah ketika kita mampu meneladani akhlakul karimah beliau dalam kehidupan sehari-hari. Itulah satu-satunya jalan lurus untuk meraih ketenangan di dunia, sekaligus tiket menuju keselamatan abadi di surga-Nya.
*Pengasuh Majlis Taman Surga (MTS)Sidoarjo
*




