LIPUTANINSPIRASI, Sidoarjo— Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh civitas akademika Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA) Sidoarjo. Mochammad Fachriy Ramadhan, mahasiswa Program Studi S1 Teknik Informatika, sukses meraih Juara II Lomba Baca Kitab Fathul Mu’in tingkat Jawa Timur pada ajang Nahdliyin Youth Impact 2026.
Capaian tersebut menjadi sorotan karena diraih oleh mahasiswa dari disiplin ilmu teknologi informasi. Hal ini membuktikan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dapat tumbuh berdampingan secara harmonis dengan literasi keilmuan Islam klasik di lingkungan kampus.
Tradisi keilmuan pesantren di lingkungan perguruan tinggi terus dirawat melalui beberapa kegiatan. Misalnya. Lomba baca kitab Fathul Mu’in. Salah satu karya monumental dalam literatur fikih madzhab Syafi’i. Bukan sekadar ajang membaca teks Arab gundul. Para peserta diuji dalam ketepatan tata bahasa (nahwu-sharaf), kedalaman pemahaman kontekstual, hingga penguasaan metodologi penggalian hukum Islam.

Keberhasilan Fachriy menempati posisi kedua se-Jawa Timur menegaskan bahwa tradisi intelektual pesantren tidak terbatas di balik tembok pondok, melainkan mampu berkembang subur di lingkungan perguruan tinggi modern. Prestasi ini menguatkan pesan bahwa mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi teknologi sekaligus mendalami literatur keislaman secara seimbang.
Ajang Nahdliyin Youth Impact 2026 sendiri membawa misi “Nahdliyin Berdampak, Jawa Timur Bermartabat”, sebuah dorongan strategis untuk mencetak generasi muda yang berdaya saing global tanpa kehilangan akar identitas spiritualnya.
Rektor UMAHA, dr. Hidayatullah, Sp.N., menegaskan komitmen kampus dalam mengintegrasikan keunggulan akademik dengan pembentukan karakter berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
”Pengembangan pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi profesional, tetapi juga penguatan tradisi intelektual dan moralitas. UMAHA berkomitmen melahirkan lulusan yang cerdas secara intelektual, matang secara moral, dan memiliki orientasi pengabdian kepada masyarakat,” ujar dr. Hidayatullah.
Sebagai tokoh yang memiliki rekam jejak panjang di bidang pendidikan, kesehatan, dan keorganisasian NU termasuk memimpin Lembaga Kesehatan NU (LKNU) Jawa Timur dua periode (2013–2023), Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo (2013–2022), serta mengemban amanah sebagai Dekan Fakultas Kedokteran UIN Sunan Ampel Surabaya.
dr.Hidayatullah terus mendorong UMAHA menjadi ruang ilmiah yang inklusif dan berkarakter.
Raihan Juara II tingkat Jawa Timur ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh mahasiswa UMAHA untuk terus menggali potensi, berani berkompetisi, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.(cho/aba)





