LIPUTANINAPIRASI, Sidoarjo— Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo yang baru dilantik, Ridho Prasetyo, S.STP., M.A.P., secara resmi membuka kegiatan Workshop Implementasi Modul Pembiasaan Karakter Hebat Untuk Mewujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) Jenjang SMP se Sidoarjo.
Dalam sambutannya, Ridho Prasetyo mengawali kegiatan dengan memperkenalkan diri serta memaparkan rekam jejak kariernya di lingkungan pemerintahan daerah. Sebelum menjabat sebagai Kadis Dikbud, pernah mengemban sejumlah posisi strategis, di antaranya Camat Sedati pada 2018, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) selama 11 bulan.
Selain rekam jejak karier, Ridho membagikan kisah personal terkait latar belakang pendidikannya di bidang Hukum Universitas Wijaya Kusuma (UWKS) Surabaya. Ia menceritakan kendala teknis kelulusannya pada 2019 lalu, di mana berkas tugas akhir/tesisnya sempat hilang sebelum proses revisi usai.
“Mengingat posisinya saat ini di Dinas Pendidikan, saya merencanakan untuk segera menyelesaikan administrasi tesisnya agar dapat mengurus ijazah serta melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” sampainya.
Lanjutnya, sebagai pejabat baru, Ridho mengakui masih harus beradaptasi dengan berbagai istilah teknis di bidang pendidikan. Namun, ia menegaskan komitmennya untuk membangun komunikasi terbuka serta ruang diskusi bersama seluruh pemangku kepentingan dan tenaga pendidik.
“Yang penting saya komitmen bersama-sama dengan Bapak dan Ibu semuanya. Mari kita duduk bersama, mari kita diskusi. Apa yang kurang, silakan sampaikan masukan, nanti kita selesaikan bersama-sama,” ajak Ridho.
Lebih lanjut, Ridho menekankan pentingnya pelindungan bagi seluruh siswa-siswi di lingkungan sekolah. Menurutnya, potensi ancaman atau kendala sekecil apa pun yang dihadapi para peserta didik harus mampu diantisipasi dan direspon secara cepat oleh pihak sekolah maupun dinas terkait.
“Saya berharap forum workshop ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh peserta, untuk saling bertukar pikiran dan memberikan masukan konstruktif demi terciptanya lingkungan sekolah yang aman serta nyaman,” harapnya yang didampingi Kabid Mutu Pendidikan Dr. Lilik Sulistyowati, M.Pd.
Sementara itu Ketua MKKS SMP Swasta se Sidoarjo, Nuryadi, S.Pd juga berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dapat memberikan kemudahan izin serta perlindungan. Langkah ini dinilai penting agar lembaga pendidikan negeri dan swasta bisa maju bersama.
Menurut Nuryadi, jika ingin sukses dunia dan akhirat harus meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, maka untuk kesuksesan di dunia, khususnya kelancaran tata kelola pendidikan, swasta perlu memohon dukungan dari pengambil kebijakan di daerah.
“Kami bisa meminta kepada Bapak yang ‘kuasa’ di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo untuk memberikan kemudahan dan perlindungan bagi swasta, agar bersama-sama maju antara negeri dan swasta,” pintanya.
“Sinergi yang baik antara pihak pemerintah dan swasta sangat dibutuhkan untuk menciptakan iklim pendidikan yang adil dan berimbang di Sidoarjo,” jelasnya.(mad/aba)




