LIPUTANINSPIRASI, Sidoarjo— Kondisi geografis Indonesia yang berada di jalur Ring of Fire (Cincin Api), dilalui garis khatulistiwa, serta dikelilingi tiga samudera menjadikan wilayah ini rawan terhadap berbagai potensi bencana alam.
Bencana seperti gempa bumi, gunung meletus, tsunami, likuifaksi, hingga banjir dan tanah longsor merupakan bagian dari realitas alam yang telah terjadi sejak lama.
Pentingnya pemahaman mengenai potensi bencana tersebut, pihak INOVASI dan PGSD Umsida menghadirkan Pakar Geofisika dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof. Dr. Amien Widodo, pada (23/9/2026) siang di Ruang Lab Visual lt 3 Kampus Umsida Lebo Sidoarjo.
Dalam agenda workshop yang bertemakan ‘Go Designing Inklusive Climate Change Learning Kit For Primary School’ dengan peserta dari perwakilan SD Negeri 1 Pucang Sidoarjo, SD Muhammadiyah 1 Candi, SD Islam Al Azhar dan MI Negeri 1 Sidoarjo.
Dosen Departemen Teknik Geofisika ITS ini menyampaikan bahwa tingginya kepadatan penduduk di wilayah-wilayah rawan bencana semakin meningkatkan risiko dampak yang ditimbulkan. ”Berdasarkan hasil kajian dari BNPB, terdapat sekitar 221 pemerintah daerah (kabupaten/kota) yang berada di daerah rawan bencana atau berisiko tinggi. Karena itu, edukasi mengenai kebencanaan harus dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan,” kata Prof Amien.
Dalam pemaparannya kepada para tenaga pendidik, Prof Amien menekankan pentingnya peran guru sebagai mediator untuk meneruskan pengetahuan kebencanaan kepada peserta didik.
“Melalui edukasi yang inovatif dan terintegrasi ini, diharapkan para siswa dapat memahami potensi bencana di lingkungan sekitar, serta tidak panik saat menghadapi situasi darurat,” harapnya.
Para peserta workshop terlihat antusias mengikuti paparan para narasumber
”Kita sangat mengharapkan para guru dapat menerjemahkan pemahaman kebencanaan ini kepada anak-anak didik mereka. Rasa panik itu bahaya, bahkan bisa menyebabkan bahaya yang lebih besar. Dengan edukasi sejak dini, siswa bisa lebih paham dan tenang jika terjadi bencana,” harapnya lagi.
Guna memperluas pemahaman kebencanaan secara mendalam, seperti materi mitigasi gempa, tanah longsor, hingga bencana industri, Prof Amin mendorong adanya program edukasi berkala.
“Contohnya berbagai pelatihan atau webinar kebencanaan mingguan yang dapat menjadi wadah pembekalan berkelanjutan bagi para pendidik,” jelas Prof Amien saat memberikan contoh.(mad/aba)




