LIPUTANINSPIRASI, Sidoarjo— Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., mewanti-wanti, bahkan melarang para kepala sekolah menggelar kegiatan Outdoor Learning (ODL), atau pembelajaran di luar kelas secara berlebihan.
Pelarangan ini ditekankan guna mencegah timbulnya kesenjangan sosial serta beban finansial bagi para wali murid.
Pernyataan tersebut disampaikan Subandi di usai acara Pengukuhan 254 Kepala Sekolah SD Negeri dan SMP Negeri di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, pagi Rabu (12/8/2026) pagi.
Dalam arahannya, Subandi meminta para kepala sekolah untuk lebih bijak dalam merancang dan menyikapi agenda ODL.
Pelaksanaan kegiatan luar ruang harus disesuaikan dengan jenjang usia, kemampuan peserta didik, dan latar belakang ekonomi keluarga.
”Kadang-kadang saya kasihan melihat ODL yang tujuannya terlalu jauh. Apalagi jika ada siswa yang keluarganya kurang mampu, ini bisa memicu kesenjangan dan membebani anak-anak serta orang tua,” ungkapnya.
Ia mencontohkan pelaksanaan studi tur hingga ke luar pulau, seperti ke Bali bagi siswa tingkat SMP, yang dinilai kurang tepat dan berlebihan jika ditinjau dari sisi urgensi maupun kemampuan seluruh siswa.
”Saya sarankan untuk jenjang TK, SD, hingga SMP, agar kegiatan ODL difokuskan di dalam daerah atau wilayah terdekat di Jawa Timur, seperti kawasan Malang, atau maksimal ke Yogyakarta,” saran Bupati Subandi.
Ia juga mengimbau kepada seluruh pihak sekolah agar mengelola program ODL secara matang.
” Jadi, tidak terkesan memaksakan destinasi yang jauh, serta memastikan kegiatan tersebut murni bersifat edukatif tanpa memberatkan kondisi perekonomian orang tua murid,” pesannya.(mad/aba)




