LIPUTANINSPIRASI, Sidoarjo– Suasana di kawasan PT. Sawunggaling Karya Konstruksi, Desa Jemundo, Sidoarjo mendadak super ramai dan penuh berkah pada Minggu, (11/10/2026) malam.
Ribuan jamaah menyemut demi menghadiri Pengajian Akbar Gus Iqdam yang berkolaborasi dengan Hadrah Sabilut Taubah. Acara spiritual yang dikemas segar ini digelar khusus dalam rangka syukuran Yaumul Milad H. Mudjiadi ke 65, owner dari Sawunggaling Karya Group.
Gus Iqdam, dengan gaya ceramahnya yang santai, kocak, tapi nancep di hati, sukses membuat para jamaah betah mendengarkan petuah-petuahnya.
Di awal ceramah, Gus Iqdam langsung menyentil kebiasaan manusia zaman sekarang. “Bersyukur itu tidak perlu menunggu harta melimpah atau menunggu jadi kaya raya,” kelakarnya yang langsung disambut tawa jamaah.

Beliau mengingatkan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bisa memberikan manfaat untuk orang lain.
“Kalau hari ini kita tidak berbuat kebaikan sama sekali, wah, celaka itu namanya!” tegas Gus Iqdam dengan nada bercanda tapi serius. Beliau juga mengutip pandangan Imam Qurtubi, bahwa salah satu cara paling ampuh agar hidup kita ketularan berkah adalah dengan rajin membahagiakan hati sesama muslim.
Bagi jamaah yang sering mengeluh hidupnya ruwet atau doanya belum diijabah, Gus Iqdam membagikan tiga resep rahasia untuk memperoleh kehidupan yang baik, menurut Imam Qurtubi.
Pertama : Rezeki Halal. Langkah pertama yang wajib hukumnya adalah memperbanyak amal baik. Salah satu amal sholeh yang paling nyata dalam kehidupan sehari-hari adalah bekerja mencari rezeki yang halal. Kalau isi dompet dan makanan yang masuk ke perut dijamin kehalalannya, efek sampingnya luar biasa, doa kita bakal gampang banget tembus dan dikabulkan oleh Allah SWT.
Kedua : Qona’ah (Nerimo Ing Pandum). Nomor kedua ini adalah kunci anti-stres. Manusia harus punya sifat qona’ah, alias menerima dengan lapang dada apa pun takdir dan ketetapan yang sudah digariskan oleh Sang Pencipta.
Ketiga : Istiqomah dan Sabar Jalani Kewajiban plus Sunnah. Yang terakhir tapi tidak kalah penting, kerjakan semua kewajiban agama dan amalan sunnah secara konsisten (istiqomah) serta dibarengi dengan rasa sabar yang tebal.
Acara yang berlangsung dari pukul 18.00 sampai WIB hingga selesai ini berjalan sangat tertib dan penuh khidmat.
- Pulang dari pengajian, para jamaah tidak hanya membawa berkah, tetapi juga senyuman lebar dan tips hidup bahagia langsung dari ahlinya.(Ss/aba)




