LIPUTANINSPIRASI, Sidoarjo— Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini mulai merambah, dan membawa peluang baru di dunia pendidikan. Menyikapi hal tersebut, para guru Fisika di Kabupaten Sidoarjo mulai memanfaatkan teknologi ini untuk menciptakan media pembelajaran yang lebih kreatif, visual, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di era digital.
Langkah inovatif ini menjadi fokus utama dalam kegiatan Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fisika Kabupaten Sidoarjo. Mengusung tema “Pembelajaran Fisika Berbasis Kecerdasan Buatan”, acara ini sukses digelar pada Rabu (16/9/2026) di Ruang Multimedia SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo.
Prosesi pembukaan dilakukan oleh Ketua MGMP Fisika Kabupaten Sidoarjo Kusaini, M.Pd dan diikuti sekitar 60 guru Fisika jenjang SMA/MA se-Kabupaten Sidoarjo. Dengan menghadirkan pemateri yang mumpuni di bidangnya, yakni Pawitra Samsyul, S.Pd MM guru SMA Negeri 11 Surabaya, aktif dalam pengembangan dan pemanfaatan AI untuk pendidikan. Serta berbagi praktik pemanfaatan AI untuk komik edukasi, media ajar, dan infografis pembelajaran.
Dalam acara tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan teori mengenai perkembangan AI dalam dunia pendidikan, tetapi juga diajak melakukan eksplorasi langsung (hands-on) untuk menghasilkan berbagai produk pembelajaran.
Salah satu materi yang paling menarik perhatian para peserta adalah pemanfaatan AI dalam pembuatan komik edukasi, media ajar, dan infografis khusus untuk mata pelajaran Fisika.
Pawitra Samsyul dalam paparannya, membagikan pengalaman berharga mengenai cara optimal memanfaatkan AI untuk mengubah ide pembelajaran menjadi produk visual yang memikat. Ia menekankan bahwa konsep-konsep Fisika yang selama ini dianggap abstrak oleh siswa, kini dapat dikemas dengan pendekatan visual dan narasi yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dengan bantuan AI, guru dapat dengan cepat mengeksplorasi berbagai bentuk media, mulai dari ilustrasi, komik edukasi, infografis, hingga bahan ajar interaktif lainnya.
“AI bukan untuk menggantikan peran guru. AI justru hadir sebagai alat bantu yang strategis bagi guru untuk memperluas kreativitas dan mempercepat proses pengembangan media pembelajaran,” tutur Pawitra, yang menjadi salah satu gagasan utama dalam kegiatan tersebut.
Sebagai penasehat Dr. Ristiwi Peni, M.Pd juga menambahkan bahwa melalui pelatihan ini, para guru Fisika di Sidoarjo diharapkan dapat membawa perubahan positif di ruang kelas. “Sehingga pembelajaran Fisika menjadi ilmu yang lebih menyenangkan, mudah dipahami, dan relevan dengan generasi muda saat ini,” tambah Risitiwi Peni yang juga Kepala SMA Negeri 2 Sidoarjo.
Salah satu peserta Siti Maimunah, S.Pd., M.Pd guru SMA Negeri 1 Tarik usai kegiatan mengungkapkan kalu hari ini kami belajar, bahwa teknologi bukan untuk menggantikan kreativitas guru, tetapi justru memperkuatnya. “AI membantu kami mengubah konsep Fisika menjadi cerita visual yang menarik, sementara guru tetap menjadi pengarah utama pembelajaran,” ungkapnya.
Perlu diketahui pengalaman Pawitra Samsyul dalam pemanfaatan teknologi AI tidak hanya berasal dari aktivitasnya sebagai guru. Ia juga merupakan Ketua Kombel Studio Guru Berbatik, sebuah komunitas belajar yang memiliki 1.768 anggota yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui komunitas tersebut, berbagai praktik dan pengalaman terkait inovasi pembelajaran, teknologi, serta pemanfaatan AI dapat dibagikan dan dikembangkan bersama oleh para pendidik.(mad/aba)




