LIPUTANINSPIRASI, Bojonegoro– Langkah mendorong kemandirian ekonomi desa melalui sinergi lintas sektor terus dilakukan Pemkab Bojonegoro. Salah satunya lewat sosialisasi Program Jatim Puspa Plus, Pemberdayaan BUM Desa, dan Desa Berdaya Provinsi Jawa Timur yang digelar di ruang Creative Room lt. 6 gedung Pemkab Bojonegoro, Selasa (7/7/2026).
Sosialisasi ini dihadiri jajaran perangkat daerah, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Langkah ini untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mengoptimalkan potensi desa sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur Prasetijo, menegaskan bahwa pembangunan desa tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat hingga daerah, pemerintah desa, BUM Desa, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Kunci keberhasilan pembangunan desa adalah kolaborasi. Pemerintah hanya menjadi fasilitator, sementara keberhasilan program ditentukan oleh komitmen seluruh pihak untuk bersama-sama menggali potensi desa, memperkuat BUM Desa, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kusnandaka.
Program Jatim Puspa Plus menjadi peluang bagi desa-desa di Bojonegoro untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperkuat tata kelola BUM Desa, serta mengembangkan potensi ekonomi lokal. Tujuannya agar mampu bersaing dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami berharap seluruh desa dapat memanfaatkan program ini secara optimal. BUM Desa harus menjadi motor penggerak ekonomi desa yang profesional, inovatif, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui sosialisasi ini, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai arah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam pengembangan Desa Berdaya serta strategi pemberdayaan BUM Desa agar mampu menjadi pilar ekonomi yang berkelanjutan.Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimistis, dengan penguatan kolaborasi dan pemanfaatan berbagai program pemberdayaan, desa-desa di Bojonegoro akan semakin mandiri, produktif, dan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.(fif/nn/Pemkab)




