LIPUTANINSPIRASI, Lumajang – Sebanyak 15.000 bibit ikan gurami, nila, dan monosek ditebar di kawasan Rowosumo, Desa Wonokerto, Kabupaten Lumajang, Minggu (30/8/2026). Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai penebaran bibit, tetapi berkembang menjadi manfaat jangka panjang bagi masyarakat, mulai dari sumber pangan hingga peluang ekonomi.
Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, mengatakan penebaran bibit ikan merupakan bagian dari upaya menjaga ekosistem perairan sekaligus mengembangkan potensi sumber daya lokal.
“Penyebaran bibit ikan bukan hanya kegiatan menebarkan ikan ke perairan, tetapi merupakan bentuk kepedulian kita terhadap kelestarian lingkungan, ketahanan pangan, dan potensi ekonomi masyarakat,” ujar Dewi Natalia.
Menurutnya, bibit yang ditebar merupakan investasi lingkungan yang manfaatnya diharapkan dapat tumbuh seiring dengan terjaganya kondisi perairan Rowosumo.
“Bibit yang kita tebarkan hari ini adalah sebuah harapan. Harapan agar sumber daya perairan di Rowosumo dapat terus terjaga, ekosistem tetap lestari, dan ke depan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Bagi masyarakat, berkembangnya populasi ikan di kawasan tersebut berpotensi memberikan manfaat pada ketersediaan sumber pangan sekaligus membuka peluang pemanfaatan ekonomi. Namun, manfaat tersebut tidak dapat dipisahkan dari keberlanjutan ekosistem tempat ikan berkembang.
Karena itu, Dewi mengajak masyarakat menjaga kebersihan sumber air dan tidak membuang sampah ke sungai maupun perairan. Masyarakat juga diharapkan menghindari cara penangkapan ikan yang dapat merusak lingkungan.
“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Dewi juga mendorong Pemerintah Desa, kelompok masyarakat, pemuda, dan TP PKK untuk ikut mengawal keberlanjutan program. Pengawalan diperlukan agar penebaran bibit dapat berkembang menjadi pengelolaan sumber daya perairan yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Jika dikelola dengan baik, Rowosumo tidak hanya berpotensi menjadi sumber pangan. Kawasan tersebut juga dapat membuka peluang ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi perikanan secara bijak.
Potensi tersebut bahkan dapat dikembangkan menjadi bagian dari daya tarik ekowisata Desa Wonokerto. Pengembangan tetap perlu mengutamakan kelestarian lingkungan agar aktivitas ekonomi tidak mengurangi fungsi ekologis kawasan.
Penebaran bibit ikan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pelepasan mahasiswa KKN ITB Widya Gama Lumajang yang telah menyelesaikan rangkaian pengabdian di Desa Wonokerto. Kolaborasi tersebut menjadi contoh bagaimana kegiatan pengabdian dapat meninggalkan manfaat yang diharapkan terus tumbuh setelah program selesai.
Dewi berharap penebaran tersebut menjadi awal dari pengelolaan sumber daya perairan yang semakin baik.
“Semoga penyebaran bibit ikan hari ini menjadi awal dari tumbuhnya ekosistem yang sehat, masyarakat yang semakin mandiri, dan Desa Wonokerto yang semakin maju dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Pada akhirnya, 15.000 bibit ikan bukan hanya tentang jumlah ikan yang dilepas ke perairan. Nilai pentingnya terletak pada manfaat yang dapat tumbuh setelahnya: sumber pangan, peluang ekonomi, lingkungan yang terjaga, dan potensi kawasan yang dapat dikembangkan untuk kepentingan masyarakat.
Agar manfaat tersebut benar-benar terwujud, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan air dan memanfaatkan ekosistem Rowosumo secara bertanggung jawab. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)




