LIPUTANINSPIRASI, — Final Olimpiade Matematika dan Sains 2026 jenjang SD, yang diselenggarakan oleh K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) SD Swasta se Kabupaten Sidoarjo telah berakhir, pada (4/2/206) siang.
Olimpiade yang diikuti lebih dari 300 siswa perwakilan SD Swasta se Kabupaten Sidoarjo, juaranya telah dikuasai oleh siswa SD Hang Tuah 10 Juanda, Juara I dimenangkan oleh Rayhan Khanaka Wijaya, Juara II oleh I Putu Kenzie Mertayasa Narottama dan Elnathan Atria Hadiputra meraih juara Harapan I.
Sedangkan Juara III dimenangkan oleh Annisa Faiha Nur Ikbariyyah dari SD Ma’arif YPM Wonocolo, begitu juga untuk Juara Harapan II diraih Fikri Nakhla Rafie dari SD Alam Al Izzah Krian dan Juara Harapan III diraih Jethro Evelio Lengkong dari SD Mutiara Bunda 2 Taman.
Usai menyerahkan Piagam, Piala dan uang pembinaan, Ketua K3S SD se Kabupaten Sidoarjo Muhammad Sugeng, S.Pd.I menjelaskan kalau pesertanya sebanyak 350 siswa berhasil dilakukan seleksi bertahap, untuk diambil 50 persen maju kebabak semifinal, setelah itu diseleksi lagi hingga sekarang ini diikuti sebanyak 30 peserta.
“Hasil akhirnya diambil juara 1, 2 dan 3, serta juara harapan 1, 2 dan 3. Mereka 30 siswa yang masuk final semuanya mendapatkan sertifikat. Sedangkan yang juara tentu saja juga mendapatkan piala dan uang pembinaan,” jelasnya.
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan motivasi kepada anak-anak dalam belajar, juga untuk mengukur tingkat kemampuannya dalam pembelajaran yang sudah dilaksanakan di sekolah masing-masing.
“Jadi hari ini adalah untuk memunculkan bakat mereka yang terpendam, yang nantinya menjadi ukuran bahwa anak-anak di sekolah swasta itu juga luar biasa kemampuannya,” jelas Pak Sugeng.
Saya berharap ada tiga peserta yang dominan juara ini patut dicontoh oleh sekolah-sekolah yang lain. “Dengan adanya tim-tim yang sudah dibentuk akan bisa berpartisipasi lebih baik ketika ada ajang olimpiade seperti sekarang ini,” pungkasnya.
“Alhamdulillah senang dan sangat bersyukur sekali, bisa meraih prestasi tiga siswa,” ucap Adinda Dwi Saputri, selaku guru pendamping siswa SD Hang Tuah 10 Juanda, Sidoarjo.
“Di sekolah kami memang sudah ada ekstra MIPA, dan anak-anak juga sudah sering mengikuti lomba atau olimpiade seperti ini, mereka sudah terbiasa, sehingga sudah terbentuk,” ungkapnya.
“Sebenarnya sejak awal sekolah kami mengikutsertakan 6 siswa, dan Alhamdulillah tiga yang berhasil meraih prestasi. Dalam olimpiade ini kami juga tidak melakukan seleksi, cuma menambah pendalaman saja,” pungkas.(mad/aba)




