LIPUTANINSPIRASI, Sidoarjo— Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo telah berhasil menyelesaikan gelar Rapat Kerja Kepala SDN dan Kepala SMP Negeri dan sebagian Kepala SMP Swasta pada 25 Agustus hingga 29 Agustus 2025 di Aula SMP Negeri 4 Sidoarjo.
Bagaimana hasil dan manfaatnya saat diimplementasikan ke sekolah masing-masing.
Kepala SMP Negeri 1 Jabon Yayuk Dian Mandasari, S.Pd M.Pd menuturkan kalau Rapat Kerja ini bukan sekedar ceremonial tahunan penggugur kewajiban.
Sebagai Kepala Sekolah di wilayah pinggiran yaitu SMP Negeri 1 Jabon, saya memandang Rapat Kerja Kepala Sekolah ini sebagai momentum penting untuk saling berbagi pengalaman, strategi, dan solusi nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Bagi kami di sekolah pinggiran, tantangan utama adalah bagaimana mengangkat prestasi siswa sekaligus memperkuat kompetensi guru, agar tidak tertinggal dengan sekolah-sekolah di pusat kota.
“Melalui rapat kerja ini, saya semakin yakin bahwa kolaborasi, inovasi, dan komitmen bersama akan menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang lebih merata, berkualitas, dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa,” tutur Bu Dian_sapaan akrabnya.
Kepala SMP Negeri 3 Porong, Amaliah, S.S M.Pd juga menuturkan banyak sekali manfaat yang didapat dari raker ini. “Beberapa pengembangan sekolah kedepannya juga inovasi-inovasi dan inspirasi yang kami dapat hari kedua ini,” tuturnya.
Ia terangkan, yang sangat menarik bagi saya adalah bukan hanya teori saja yang diberikan, namun juga implementasinya.
“Yaitu bagaimana membuat inovasi sekolah, contohnya ada pengembangan aplikasi perpustakaan, aplikasi supervisi KS, juga aplikasi sekolah lainnya,” jelas Bu Amaliah.
Sementara itu, Kepala SD Negeri Dukuh Tengah Buduran Sidoarjo Taufan Kusuma Wardana, S.Pd SD juga menjelaskan dengan Raker ini akan terwujudnya sekolah yang berkualitas dan bermutu.
“Dan terlaksananya tatakelola dan administrasi yang akuntabel, dan tercapainya sumberdaya sekolah sekolah secara maksimal,” jelasnya.
Diharapkan di masa depan pengelolaan program lebih berpihak kepada murid, sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai positif yang ada di satuan pendidikan.
“Terdapatnya sistem manajemen informasi yang aktual dan mudah diakses,” harap Pak Taufan_sapaan akrabnya.(mad/aba)