LIPUTANINSPIRASI, Sidoarjo— Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif (YPM) Sepanjang, Sidoarjo, menggelar Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 pada Kamis, 22 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 05.45 hingga 07.45 WIB tersebut diikuti ribuan peserta yang terdiri atas siswa, guru, karyawan, mahasiswa, dosen serta keluarga besar YPM, Kamis(22/10/2026) pagi.
Peringatan tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat karakter religius, meneguhkan nasionalisme, dan menghidupkan kembali tradisi keilmuan pesantren di lingkungan pendidikan.
Keistimewaan HSN 2026 di YPM terletak pada integrasi antara apel kebangsaan, pembelajaran kitab klasik, dan kepedulian sosial. Sebelum puncak peringatan, YPM telah menyelenggarakan kegiatan mengaji dan memaknai kitab Aqidatul Awam karya Sayyid Ahmad al-Marzuqi sejak Senin, 19 Oktober, hingga Rabu, 21 Oktober 2026.
Rangkaian tersebut menjadi ikhtiar untuk memperdalam pemahaman akidah sekaligus mengajak warga pendidikan memaknai Hari Santri melalui proses belajar yang berkelanjutan. Selain kegiatan keilmuan, YPM juga menggalang donasi untuk kepedulian terhadap Karhutla atau kebakaran hutan dan lahan.

Inisiatif ini menegaskan bahwa nilai keagamaan tidak berhenti pada pemahaman tekstual, melainkan perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Pada hari pelaksanaan, suasana pra-acara diwarnai lantunan selawat dan penampilan tim banjari SMK YPM 1 Taman.
Kegiatan dilanjutkan dengan kirim doa serta pengajian kitab Adabul ‘Alim wa al-Muta‘allim, karya KH. Hasyim Asy’ari, yang diikuti seluruh peserta apel. Pemilihan kitab tersebut menjadi salah satu pembeda penting peringatan HSN tahun ini.
Peserta diajak merefleksikan adab guru, etika pencari ilmu, serta tanggung jawab moral dalam proses pendidikan.
Setelah pra-acara, apel memasuki rangkaian inti yang mencakup muqaddimah, penyiapan barisan, masuknya pemimpin apel dan pembina apel, penghormatan, laporan komandan barisan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta mengheningkan cipta. Acara dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila dan ikrar santri, amanat pembina apel, penabuhan bedug, serta menyanyikan Mars YPM dan Mars Hari Santri.
Rangkaian ditutup dengan pembacaan doa, laporan akhir, penghormatan, dan pembubaran barisan. Setelah apel, peserta mengikuti pengumuman donasi, penampilan Pagar Nusa PN Rayon YPM, serta pembubaran peserta secara tertib.
Peringatan ini menghadirkan pesan bahwa santri merupakan bagian penting dari perjalanan bangsa. Tradisi pesantren, disiplin, ilmu pengetahuan, dan pengabdian sosial dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi yang berintegritas.
Melalui HSN 2026, YPM menegaskan komitmennya untuk mengembangkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap Indonesia. Semangat tersebut terangkum dalam pesan kegiatan: “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri.”(Ss)
Reporter : Adi Kurniawan





