LIPUTANINSPIRASI, Jombang – Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) SMP/MTs Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif (YPM) Taman, Sidoarjo secara resmi membuka fasilitas baru berupa dua Bangunan Taruna Bhakti di Bumi Perkemahan Wonosalam pada Sabtu (10/10/2026).
Peresmian pusat kegiatan alam terbuka ini ditandai dengan peresmian dua fasilitas utama, yakni Gedung Taruna Bhakti 1 dan Gedung Taruna Bhakti 2 berupa pendopo serbaguna.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran penting di lingkungan keluarga besar YPM. Tampak hadir di lokasi di antaranya para dzurriyah (keturunan) pendiri YPM KH. Munir Hasyim Latief, Rektor Universitas Ma’arif Hasyim Latief (Umaha)dan wakil nya, jajaran pimpinan se SMP/MTs YPM, serta kepala SMA dan SMK di bawah naungan lingkungan YPM.
Ketua FKKS SMP/MTs YPM, Dra. Indah Mufidah, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian ini. Ia sempat membawa kilas balik berdirinya tempat perkemahan ini dan sejarah panjang perjuangan forum sekolah tersebut.

“Perjalanan ini bermula sejak tahun 2007. Melalui proses panjang, komitmen, dan kerja sama yang konsisten dari seluruh kepala sekolah SMP/Mts di lingkungan YPM.
Hari ini kita bisa menyaksikan peresmian dua bangunan baru yaitu Taruna Bhakti. Dua bangunan ini berasa di lokasi Bumi Perkemahan Wonosalam YPM yang siap digunakan untuk membentuk karakter generasi penerus,” ujar Dra. Indah Mufidah.
Sementara itu, Ketua YPM, Ir. H. Ahmad Makki, menegaskan bahwa kehadiran bumi perkemahan ini merupakan langkah strategis dalam menunjang visi besar pendidikan yayasan. Menurutnya, sistem pendidikan yang unggul dan modern tidak bisa hanya mengandalkan ruang kelas konvensional, melainkan membutuhkan ekosistem pendukung seperti lingkungan alam ini.
“Pendidikan unggulan dan modern butuh lingkungan terbuka seperti ini agar para siswa bisa belajar langsung dari alam, melatih kemandirian, sekaligus menumbuhkan kepekaan sosial serta lingkungan,” papar Ir. H. Ahmad Makki dalam pidatonya.
Lebih lanjut, beliau juga memberikan penekanan khusus pada isu ekologi, terutama mengenai pentingnya menjaga kelestarian sumber daya air di kawasan Wonosalam. Ia mengimbau seluruh warga sekolah untuk tidak sekadar memanfaatkan tempat tersebut, tetapi juga aktif merawatnya.
“Begitu pentingnya air bagi kehidupan kita semua. Oleh karena itu, kita perlu menjaga lingkungan ini secara komprehensif. Perjuangan kita tidak boleh berhenti hanya sampai pada tahap penanaman pohon saja, melainkan harus berlanjut pada komitmen perawatan secara berkala dan berkelanjutan,” tegasnya memungkasi sambutan.
Acara peresmian kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita simbolis dan doa bersama demi keselamatan serta keberkahan pemanfaatan Bumi Perkemahan Wonosalam ke depan. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi pusat edukasi karakter berbasis alam yang unggul di Jawa Timur.(Ss/aba)





