LIPUTANINSPIRASI, Bojonegoro – Para peternak ayam mengapresiasi langkah Pemkab Bojonegoro yang menggelar Pembinaan Perunggasan Bojonegoro serta Pengukuhan Pengurus Asosiasi Peternak Ayam Pedaging dan Asosiasi Peternak Ayam Petelur. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan komunikasi antara pemerintah daerah dan para pelaku usaha peternakan.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro tersebut berlangsung di Ruang Angling Dharma, Pemkab Bojonegoro, Rabu (7/10/2026).
Melalui asosiasi yang telah dikukuhkan, para peternak berharap dapat memperoleh pembinaan, arahan, serta pendampingan secara berkelanjutan untuk mendukung perkembangan usaha peternakan di Kabupaten Bojonegoro.
Ketua Asosiasi Peternak Ayam Pedaging Kabupaten Bojonegoro, Samsul Hadi, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Bojonegoro yang telah memfasilitasi terbentuknya wadah bagi para peternak ayam pedaging. “Paguyuban ini adalah yang kami idam-idamkan,” ujarnya.
Menurut Samsul, keberadaan asosiasi diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi para peternak dalam menyampaikan aspirasi sekaligus memperoleh informasi dan pembinaan yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha peternakan.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Peternak Ayam Petelur Kabupaten Bojonegoro, Santoso, menyampaikan optimisme para peternak untuk terus meningkatkan produktivitas telur di Kabupaten Bojonegoro.
“Kita tetap optimis meningkatkan produktivitas telur di Bojonegoro. Terima kasih Pemkab dan Bulog, karena kita sudah diberi jagung SPHP. Semoga setelah ini kita makin maju,” tuturnya.
Apresiasi juga disampaikan Aji, salah satu peternak ayam pedaging asal Desa Gajah, Kecamatan Baureno. Ia memiliki kandang dengan kapasitas sekitar 8.000 ekor ayam broiler.
Ia mengaku senang dapat mengikuti kegiatan pembinaan yang diselenggarakan Pemkab Bojonegoro. Menurutnya, selama menjalankan usaha peternakan, dirinya belum pernah mengikuti kegiatan pembinaan serupa. “Senang sekali kalau diundang pembinaan seperti ini, karena sebelumnya belum pernah mengikuti acara seperti ini,” ungkapnya.
Aji menceritakan, dirinya mulai menekuni usaha peternakan ayam broiler sejak 2021. Selama kurang lebih lima tahun menjalankan usaha, ia mengaku telah mengalami berbagai proses dan tantangan dalam mengembangkan peternakannya.
“Mulai usaha tahun 2021, kurang lebih sudah lima tahunan. Jatuh bangun memulai usaha, modal nekat,” katanya.
Dalam satu tahun, Aji dapat melakukan panen ayam broiler sekitar lima hingga enam kali. Dengan kapasitas kandang mencapai 8.000 ekor, ia terus berupaya mengembangkan usaha peternakannya secara bertahap.
Ia berharap kegiatan pembinaan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga para peternak mendapatkan tambahan wawasan, informasi, serta arahan dalam menghadapi berbagai tantangan usaha peternakan.
Melalui pembinaan dan penguatan kelembagaan peternak, Pemkab Bojonegoro terus mendorong terjalinnya sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha peternakan. Hal ini diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas serta pengembangan sektor perunggasan di Kabupaten Bojonegoro. (Pem/ai/nn)




