LIPUTANINSPIRASI, Sidoarjo— Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas Dikbud) Kabupaten Sidoarjo memberikan apresiasi yang tinggi, atas terselenggaranya kegiatan Pendampingan Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026, pada (22/9/2026) di Aula SMP Negeri 2 Sidoarjo.
Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Dikbud Sidoarjo, Ridho Prasetyo, S.STP M.AP saat membuka ‘Pendampingan Penyelenggaraan BSAN Satuan Pendidikan Kabupaten Sidoarjo.
Agenda yang digelar untuk memperkuat komitmen perlindungan anak di lingkungan sekolah melalui sinergi lintas sektor tersebut, dihadiri oleh jajaran BBPMP Jatim, pimpinan OPD terkait di Kabupaten Sidoarjo, Bappeda Sidoarjo, serta para narasumber dan anggota Pokja BSAN Periode 2026–2030.
Menurutnya, Ridho Prasetyo pembentukan Pokja BSAN ini merupakan langkah nyata dalam membangun kolaborasi multisektor, demi melindungi anak-anak dari berbagai ancaman di lingkungan sekolah maupun ruang digital.
“Anak-anak kita hari ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari kekerasan fisik, perundungan, krisis kesehatan mental, hingga ancaman ruang digital seperti judi online, pornografi, dan kejahatan siber. Dinas Pendidikan tidak bisa bergerak sendiri, butuh partisipasi semesta,” terang Ridho Prasetyo.
Ia tegaskan, kebijakan BSAN sendiri berlandaskan pada Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 dan Kepmendikdasmen Nomor 17 Tahun 2026. Kebijakan ini merancang ekosistem belajar yang mencakup empat aspek utama, yaitu pemenuhan kebutuhan spiritual. Perlindungan fisik. Kesejahteraan psikologis dan keamanan sosiokultural dan Keadaban dan keamanan digital.
Ridho menjelaskan bahwa Pokja BSAN daerah memegang peran strategis dalam mengelola sistem rujukan, memfasilitasi penanganan tindak lanjut, memberikan pendampingan hukum, serta menyediakan bantuan psikososial dan kesehatan ketika terjadi kasus yang melebihi kapasitas penanganan internal sekolah.
Melalui kegiatan pendampingan yang bekerja sama dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur ini, terdapat beberapa target utama yang ingin dicapai, diantaranya penyelarasan tata kerja dan persepsi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) BSAN, termasuk penandaan anggaran dan penyiapan Standard Operating Procedure (SOP) layanan rujukan terpadu. Juga percepatan operasionalisasi kerja serta integrasi data legalitas ke portal resmi BSAN Kemendikdasmen.
“Mari kita jadikan sekolah di Kabupaten Sidoarjo sebagai rumah kedua yang aman, inklusif, ramah, dan menyenangkan bagi anak-anak kita, demi mewujudkan visi Pendidikan Bermutu Untuk Semua,” ajaknya.(mad/aba)




