LIPUTANINSPIRASI, Mojokerto– Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Taman, Sidoarjo sukses menggelar Musyawarah Kerja II (Musyker II) Masa Khidmat 2022-2027. Kegiatan strategis ini berlangsung selama dua hari, 19-20 September 2026, bertempat di New Start Hotel, Trawas, Mojokerto. Sabtu(19/9/2026) malam.
Musyker ini diikuti oleh 107 peserta resmi yang terdiri dari jajaran pengurus MWC NU Taman, Ketua, Rais Syuriah, Rois – Ketua Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Taman, serta pimpinan Badan Otonom (Banom) NU di kecamatan Taman.
Turut hadir memperkuat sinergi jajaran pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Taman, meliputi Camat Taman, Kapolsek, MUI, KUA hingga Danramil,
Ketua MWC NU Taman, Ustadz Ahmad Syafii, dalam sambutan pembukaannya menjelaskan secara detail arah pergerakan dan pemetaan program kerja organisasi ke depan. Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari unsur Syuriah.
“Saya berharap penuh agar rapat kerja ini dapat berfungsi sebagai langka evaluasi sekaligus penguatan program. Melalui evaluasi program yang terukur, kita bisa memperbaiki kekurangan masa lalu dan melahirkan program-program baru yang jauh lebih baik,” ungkap Rais Syuriah MWC NU Taman, KH. Ahmad Jazuli Sholeh.
Bupati Sidoarjo dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Camat Taman, Ahmad Fauzi, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas konsistensi khidmah NU.
Kolaborasi serta sinergi yang erat antara umara dan ulama merupakan kunci utama dalam mewujudkan dan mempercepat realisasi program-program unggulan pemerintah di tengah masyarakat,” tutur Ahmad Fauzi saat membacakan amanat Bupati.
Sementara itu, Sekretaris PCNU Sidoarjo, Agus Ubaidillah, yang hadir saat membuka musyawarah kerja ll memberikan pengarahan organisasi menekankan pentingnya aktualisasi jati diri NU di era modern melalui tiga pilar utama, yakni pilar berpikir (fikrah), pilar ekonomi (harakah iqtishodiyah), dan pilar kebangsaan (wathaniyah).”Tiga pilar NU ini harus digerakkan secara simultan, tidak boleh ada yang berjalan pincang. Ke depan, NU harus menjadi organisasi yang mandiri secara utuh.
Oleh karena itu, kami berharap besar di MWC NU Taman ini bisa segera berdiri koperasi berbasis syariah sebagai fondasi riil penguatan ekonomi umat,” tegas Agus Ubaidillah di hadapan ratusan peserta.
Musyker II ini diharapkan mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis yang tidak hanya memperkuat internal organisasi, tetapi juga membawa kemaslahatan ekonomi dan sosial yang nyata bagi seluruh warga di wilayah KecamatanTaman, sambungnya.(Ss/aba)





