LIPUTANINSPIRASI, Sidoarjo – Dalam kajianya, Ust. Moh. Ibnu Athoillah menyampaikan larangan keras bagi keluarga untuk meratap atau sambat secara berlebihan saat ada kerabat yang meninggal dunia. Menurutnya, sikap tidak ikhlas dan keluhan yang terus-menerus justru akan mengganggu ketenangan almarhum yang baru saja wafat
Demikian yang disampaikan di musholla Nurul Falah, Jemundo, Kecamatan Taman, Sidoarjo dalam pengajian rutin yang digelar setiap Selasa malam oleh pengasuh Majlis Taman Surga (MTS) Sidoarjo yang akrab disapa Yai Atho’.Selasa(1/9/2026) malam.
Ia kembali tegaskan “Saat tertimpa musibah kematian, kita dilarang keras sambat. Hal itu tidak memberikan kebaikan, melainkan justru mengganggu ketenangan almarhum yang sedang berproses di alam barzakh. Tugas kita yang hidup adalah mengantarkannya dengan keikhlasan dan doa terbaik,” ujar Yai Atho’ di hadapan para jamaah.
Sebagai rujukan ajaran Islam, beliau membacakan Hadis yang mengisahkan momen saat Nabi Muhammad SAW menegur keluarga sahabat Abu Salamah ketika ia wafat. Kala itu, Rasulullah SAW meminta keluarga menahan diri dari ucapan meratap dan sebaliknya menuntun mereka untuk memberikan doa terbaik bagi jenazah.
Selain keikhlasan dan doa, pengasuh Majlis Taman Surga ini juga sangat menganjurkan pembacaan Surat Yasin di dekat orang yang meninggal dunia atau yang sedang menghadapi sakaratul maut.
Beliau memaparkan beberapa keutamaan besar dari pembacaan surat Yasin yaitu mempermudah keluarnya ruh saat seseorang sedang berada dalam fase sakaratul maut dan meringankan kubur almarhum serta memberikan ketenangan di alam baka.
Selain itu bisa mendatangkan ampunan Allah SWT atas dosa-dosa orang yang telah wafat. Serta memberikan ketabahan serta limpahan keberkahan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Pesan ini dirasakan sangat menyentuh hati oleh para jamaah yang hadir. Salah seorang jamaah rutin, mengaku mendapat pemahaman baru mengenai adab berduka yang benar menurut syariat.”ungkap salah satu jamaah.
Kadang kalau ada keluarga meninggal, refleks kita menangis meraung-raung atau mengeluh karena sedih. Ternyata itu justru memberatkan almarhum.
Sekarang kami paham kalau hadiah terbaik untuk mereka adalah ketabahan kita dan hantaran Surat Yasin serta doa,” Tegasnya.(Ss/Pr)





