LIPUTANINSPIRASI, Sidoarjo — Dalam sebuah tausiyah pagi (24/8/2026) di Masjid Agung Sidoarjo yang diikuti oleh sekitar 2000 siswa dari YPM komplek Sarirogo meliputi SMP YPM 7, MTs YPM 2 dan SMK YPM 8 Sidoarjo dipenuhi suasana hangat dan penuh keharuan.
Karena pihak penyelenggaran telah menghadirkan penceramah Gus Peyek Pengasuh PonPes Panca Warna Sidoarjo, yang telah memberikan pencerahan mendalam mengenai pentingnya pembentukan karakter, akhlak mulia, serta rasa hormat terhadap orang tua di hadapan para siswa dan wali murid.
Dengan mengundang para siswa untuk maju ke depan, Gus Peyek menyampaikan bahwa kecerdasan intelektual dan kesuksesan finansial tidak ada artinya tanpa diimbangi dengan akhlak yang baik. Hal ini dilakukan untuk menguji, mengedukasi para siswa tentang karakter keimanan.
Ia menyoroti fenomena pejabat berpendidikan tinggi yang memiliki posisi dan fasilitas mewah, namun berakhir di balik jeruji besi akibat krisis moral dan integritas. Sebaliknya, lembaga pendidikan seperti Yayasan Pendidikan Ma’arif (YPM) terus didorong untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki akhlakul karimah.
Suasana berubah haru ketika penceramah berinteraksi langsung dengan beberapa siswa di depan peserta lainnya, Gus Peyek mengingatkan para siswa agar tidak pernah merasa malu terhadap keberadaan atau kondisi fisik orang tua mereka. “Rasa cinta dan pengorbanan orang tua harus dibalas dengan keterbukaan dan rasa bangga,” tegasnya.
Menanggapi cita-cita seorang siswi bernama Geysia Nur Faradila yang ingin memberangkatkan haji ayahnya, Khoirur Rofiq, Gus Peyek memberikan nasihat mendalam. Ia menegaskan bahwa bakti sejati kepada orang tua bukan sekadar materi atau memberangkatkan haji, melainkan bagaimana seorang anak mampu menunjukkan akhlak, kasih sayang, dan prestasi dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, acara yang bertajuk tasyakuran ini memadukan tiga momen penting sekaligus. Yakni peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah, HUT ke 81 Republik Indonesia serta Haul ke 22 Pendiri YPM, KH Munir Hasyim Latief. Suasana tausiyah berlangsung hangat dan penuh makna dengan hadirnya penceramah kenamaan, Gus Peyek yang menyampaikan pesan-pesan mendalam mengenai hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK YPM 8 Sidoarjo, Mochammad Chasan Khodari S Pd mengatakan kegiatan ini diselenggarakan di Masjid Agung Sidoarjo untuk memberikan pengalaman keagamaan secara langsung kepada para siswa dan siswi YPM komplek Sarirogo.
Harapannya anak-anak menjadi generasi muda yang cinta masjid, dan tidak canggung beraktivitas di dalamnya. “Selain itu, kegiatan ini menanamkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW dan menghormati jasa para ulama,” harapnya.
Dalam acara ini, para siswa dan guru juga tampak mengumpulkan infak berupa buah-buahan, nasi hingga berbagai minuman seperti susu. “Hasil donasi itu, akan dibagikan kepada warga dan peserta acara sebagai bentuk kepedulian antar-sesama di bulan Maulid Nabi Muhammad SAW ini,” tegas Chasan.
Sementara dalam kegiatan ini juga para peserta didik diminta untuk meneladani perjuangan ulama. Terutama dalam momentum Haul KH Munir Hasyim Latief. “Kami juga mengajak para siswa untuk lebih dekat dan meneladani nilai-nilai perjuangan ulama sebagai pewaris para nabi (warasatul ambiya). Agar hidup lebih tenang, nyaman, barokah dan sejahtera,” ajaknya.(mad/aba)




