Looh
LIPUTANINSPIRASI, Lumajang – Riuh semangat ribuan santri Madrasah Diniyah (Madin) memenuhi Lapangan Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko, saat mengikuti pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Madrasah Diniyah (Porsadin) III Kabupaten Lumajang, Sabtu (25/7/2026). Lebih dari sekadar ajang perlombaan, Porsadin menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan prestasi, memperkuat karakter, sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas dan ukhuwah Islamiyah.
Bupati Lumajang Indah Amperawati membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menegaskan bahwa Madrasah Diniyah memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan berkarakter sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
Menurutnya, pembentukan karakter santri tidak cukup melalui pembelajaran agama semata, tetapi juga perlu didukung aktivitas yang mengembangkan kesehatan jasmani, ketangguhan mental, kemampuan bekerja sama, serta sikap saling menghargai.
“Melalui Porsadin III ini, kita ingin menunjukkan bahwa santri Madrasah Diniyah di Kabupaten Lumajang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga sehat jiwanya, kuat raganya, serta kaya akan bakat seni dan budaya. Aqlul salim fi jismi salim, jiwa yang sehat terdapat dalam tubuh yang sehat,” ujar Bunda Indah.
Ia mengajak seluruh peserta menjadikan setiap perlombaan sebagai sarana belajar, mempererat persaudaraan, dan mengasah kemampuan terbaik, bukan semata-mata mengejar kemenangan.
“Saya berharap seluruh santri dapat mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan saling menghormati. Kalian adalah kebanggaan orang tua, para kiai, sekaligus harapan masa depan Kabupaten Lumajang. Teruslah belajar, berkarya, dan jadilah generasi yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan daerah,” pesannya.
Bunda Indah juga menyampaikan apresiasi kepada Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Lumajang, panitia, dewan juri, serta seluruh tenaga pendidik yang terus mendampingi proses pembinaan santri. Menurutnya, dedikasi para guru dan pengelola Madrasah Diniyah menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi Qurani yang berprestasi sekaligus berakhlakul karimah.
Melalui Porsadin III, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap semakin banyak santri yang tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara spiritual, sehat secara fisik, kreatif dalam berkarya, dan siap berkontribusi di tengah masyarakat.
Semangat sportivitas, kedisiplinan, dan persaudaraan yang dibangun dalam ajang ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi mereka untuk menghadapi masa depan. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/Anby/An-m)





