LIPUTANINSPIRASI, Sidoarko— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo terus memberikan perhatian terkait kondisi jumlah siswa serta pemenuhan fasilitas di sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil dan sulit terjangkau.
Ada tujuh sekolah yang sulit terjangkau kondisinya, terpencil atau tempat tinggalnya juah dari SMP Negeri, diantaranya SDN Gebang 2 Sidoarjo, SDN Sawohan 2 Buduran, SDN Tambak, Kalisogjo 1 Jabon, SDN Kedungpandan 2 Jabon, SDN Kupang 3 Jabon, SDN Kupang 4 Jabon dan MI Al Abror Kalikajang Gebang Sidoarjo.
Salah satunya adalah SDN Kupang 3 dan SDN Kupang 4 yang baru saja dikunjungi Wakil Bupati Sidoarjo didampingi Plt Kepala Dinas Dikbud Sidoarjo bersama jajaranya.
Menurut Plt Kepala Dinas Dikbud Sidoarjo Dr. Netti Lastiningsih, M.Pd untuk SDN Kupang 4 Jabon, kondisinya karena factor geografis dan minimnya jumlah penduduk di sekitar wilayah SDN Kupang 4 Jabon berdampak langsung pada sedikitnya populasi usia sekolah di daerah tersebut.
“Selain itu, ada dinamika warga lokal yang kerap membawa anaknya pindah keluar daerah turut menjadi faktor pendukungnya,” ungkapnya pada (21/7/2026) sore.
Menurutnya, secara umum, mayoritas peserta didik di SDN Kupang 4 Jabon berasal dari anak-anak pekerja tambak di sekitar lokasi sekolah.
“Sehingga jika keberadaan pekerja tambak berkurang, hal tersebut langsung memengaruhi jumlah siswa usia sekolah dasar di wilayah SDN Kupang 4,” jelas Netti Lastingsih dalam keterangannya.
Lanjutnya, berdasarkan informasi terbaru dari kepala TK terdekat, saat ini terdapat 7 siswa (gabungan TK A dan TK B). Dari jumlah tersebut, diproyeksikan ada 4 siswa yang akan melanjutkan ke jenjang kelas 1 di SDN Kupang 4 Jabon pada tahun ajaran mendatang.
Perlu diketahui. Pemkab Sidoarjo terus perhatikan terhadap sekolah-sekolah terpencil yang mencakup 7 sekolah (6 SD Negeri dan 1 MI) sudah berjalan secara berkelanjutan, bukan sekadar respons reaktif setelah ada isu yang viral di masyarakat.
Ia terangkan kalau rehabilitasi fasilitas SDN Kupang 4 Jabon terakhir mendapatkan program rehabilitasi bangunan pada tahun 2024. Sisa perbaikan fasilitas yang dibutuhkan saat ini telah diusulkan dan masuk ke dalam program revitalisasi (revit).
Untuk pelaksanaan revitalisasi di SDN Kupang 3 dan SDN Kupang 4, pihak daerah saat ini sedang menunggu tahapan bimbingan teknis (Bimtek) hingga penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Oleh karena itu, saya menghimbau pihak sekolah, khususnya SDN Kupang 3 dan SDN Kupang 4, untuk senantiasa memperbarui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) secara berkala.
Karena program revitalisasi (revit) sekolah tidak didasarkan pada pengajuan manual semata. “Kementerian dan Dinas Pendidikan menentukan kelayakan bantuan berdasarkan penarikan data langsung dari Dapodik yang dilanjutkan dengan proses verifikasi dan validasi (verval),” jelas Bu Netti_sapaan akrabnya.(mad/aba)




