LIPUTANINSPIRASI, Mojokerto – Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, mendorong para pekerja mandiri untuk terus meningkatkan keterampilan dan kapasitas usaha agar mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi yang semakin dinamis.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Peserta Bukan Penerima Upah (BPU) BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Mojokerto Tahun 2026 bertema ‘Meningkatkan Kapasitas dan Peluang Usaha Pekerja Mandiri melalui Program Upskilling’, yang digelar di ruang pertemuan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Rabu (10/6) siang.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mojokerto Imam Haryono Safii beserta jajaran, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto Noerhono, pimpinan Rumah BUMN Mojokerto, narasumber workshop buket bunga, serta 60 peserta yang berasal dari kalangan pekerja mandiri dan pelaku usaha mikro di Kabupaten Mojokerto.
Bupati yang akrab disapa Gus Barra itu mengapresiasi inisiatif BPJS Ketenagakerjaan yang tidak hanya memberikan perlindungan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan, tetapi juga menghadirkan program pemberdayaan melalui peningkatan kompetensi atau upskilling bagi para pesertanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, pekerja mandiri, dan sektor ekonomi kerakyatan di Kabupaten Mojokerto.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada BPJS Ketenagakerjaan atas inisiasi dan komitmennya dalam memberikan perlindungan sekaligus pemberdayaan bagi pekerja mandiri melalui program peningkatan kompetensi atau upskilling. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, pekerja mandiri, dan sektor ekonomi kerakyatan di tengah perkembangan ekonomi yang semakin dinamis,” ujar Gus Barra.
Ia menjelaskan, program tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Mojokerto melalui Catur Abhipraya Mubarok, khususnya misi ketiga yang berfokus pada pembangunan kemandirian ekonomi masyarakat, koperasi, usaha mikro, dan badan usaha milik desa berbasis masyarakat.
Melalui peningkatan kapasitas, keterampilan, dan kompetensi para pekerja mandiri, lanjut Gus Barra, pemerintah daerah berharap semakin banyak masyarakat yang mampu mengembangkan usaha secara mandiri, meningkatkan produktivitas, memperluas kesempatan kerja, sekaligus memperkuat perekonomian keluarga.
“Program upskilling yang dilaksanakan hari ini bukan hanya menjadi sarana peningkatan keterampilan individu, tetapi juga merupakan bagian dari upaya bersama dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan di Kabupaten Mojokerto,” katanya.
Gus Barra menambahkan, pekerja mandiri memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Selain menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri, mereka juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, pengurangan angka pengangguran, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Namun, di tengah perkembangan teknologi, pesatnya pasar digital, serta meningkatnya persaingan usaha, para pelaku usaha dituntut untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kompetensinya. Karena itu, program upskilling dinilai menjadi sarana yang relevan untuk memperkuat kapasitas usaha agar mampu berkembang dan memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap para peserta dapat memperoleh pengetahuan baru, meningkatkan keterampilan usaha, memahami strategi pemasaran yang efektif, memperluas jaringan bisnis, serta mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Dengan peningkatan kompetensi tersebut, diharapkan produktivitas dan pendapatan pekerja mandiri dapat terus meningkat sehingga berdampak positif terhadap kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Gus Barra mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan menjadikannya sebagai momentum untuk terus belajar, berinovasi, serta mengembangkan usaha menuju tingkat yang lebih baik.
“Jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan usaha menuju tingkat yang lebih baik. Mari bersama-sama memperkuat ekonomi kerakyatan agar semakin banyak masyarakat yang mandiri, produktif, dan sejahtera,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mojokerto Imam Haryono Safii, menyampaikan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan manfaat yang lebih luas kepada peserta, khususnya pekerja informal atau peserta Bukan Penerima Upah (BPU).
Selain perlindungan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan juga terus berupaya menghadirkan berbagai manfaat tambahan yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan peserta melalui pengembangan keterampilan dan kapasitas usaha.
Haryono menjelaskan, kegiatan peningkatan kapasitas tersebut diikuti oleh 60 peserta BPU yang merupakan pekerja mandiri dan pelaku usaha mikro. Melalui pelatihan yang diberikan, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, memperluas peluang usaha, serta memperkuat daya saing usahanya di tengah perkembangan ekonomi yang terus berubah.
“Melalui program upskilling ini, kami berharap peserta dapat memperoleh pengetahuan baru, meningkatkan keterampilan yang dimiliki, serta mengembangkan kemampuan usaha yang dijalankan. Di tengah persaingan usaha yang semakin dinamis, peningkatan kapasitas diri menjadi salah satu kunci penting untuk menciptakan peluang usaha yang lebih besar, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing,” ungkapnya.
Pihaknya meyakini setiap pekerja mandiri memiliki potensi besar untuk berkembang. Dengan keterampilan yang terus diasah serta dukungan dari berbagai pihak, potensi tersebut dapat menjadi modal berharga untuk memperluas usaha, meningkatkan pendapatan, dan mewujudkan kemandirian ekonomi yang lebih baik. (Dhn/Kominfo)




