LIPUTANINSPIRASI, Sidoarjo – Anak-anak Sore itu, suasana di Sungai Pelayaran tampak berbeda dari biasanya. Aliran air yang cukup deras dan agak jernih mengundang sekelompok anak untuk bermain dan berenang bersama. Mereka adalah siswa sekolah dasar, rata-rata duduk di kelas IV, yang memanfaatkan waktu sore untuk melepas penat dengan cara sederhana namun penuh keceriaan.Jum’at(3/4/2026)
Dengan penuh semangat, satu per satu anak melompat ke sungai. Teriakan riang dan tawa lepas terdengar saat mereka “nyemplung kali”, menikmati segarnya air yang sedang melimpah. Salah satu anak bahkan terlihat melakukan salto kecil dari tepi sungai, menambah keseruan suasana.
Air Sungai Pelayaran di jalan Megare – Ngelom-Taman ini memang sedang cukup tinggi. Hal ini disebabkan oleh aliran air dari arah barat yang meningkat, sehingga membuat sungai yang biasanya tidak terlalu dalam menjadi lebih layak untuk bermain air. Kondisi ini cukup kontras jika dibandingkan saat musim kemarau, di mana sungai sering kali mengering dan dipenuhi sampah.

Di tengah keceriaan itu, Sulthan—salah satu dari mereka—mengaku sangat senang bisa bermain bersama teman-temannya. Baginya, momen seperti ini adalah hiburan sederhana yang jarang didapat, apalagi saat kondisi air sungai sedang mendukung. Meski terlihat menyenangkan, kegiatan bermain di sungai tetap perlu dilakukan dengan hati-hati, karena masih bercampur dengan sampah dan pengawasan orang dewasa.
Namun, di balik itu semua, kebersamaan dan kebahagiaan yang terpancar dari anak-anak tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kebahagiaan tidak selalu harus mahal—cukup dengan alam dan teman-teman, sore pun terasa begitu berharga.
Oleh karena itu diharapkan pemerintah bisa melakukan pengerukan sedimen, menyediakan armada pengangkut sampah yang terjadwal, serta membangun infrastruktur seperti pagar pengaman atau taman di pinggiran kali agar lebih tertata.
Selain itu peran masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran kolektif untuk nol buangan sampah ke sungai dan aktif mengadakan kerja bakti warga secara berkala. Selain itu mengajarkan anak-anak sejak dini bahwa kali adalah aset bersama yang harus dijaga, bukan tempat pembuangan.
Reporter : Abdul Basith





