LIPUTANINSPIRASI, Sidoarjo — Menarik, dalam kegiatan Halal bi Halal 1447 H yang digelar oleh Keluarga Besar Yayasan Pembangunan Pendidikan (YPP) Krian Sidoarjo, pada (28/3/2026) di Graha Familiy SMK Krian 1 Sidoarjo telah menghadirkan motivator nasional, yakni dr. Agus Ali Fauzi, Surabaya.
YPP Krian Sidoarjo merupakan lembaga yang menaungi SMK Krian 1 Sidoarjo, SMK Krian 2 Sidoarjo dan SMP Nusantara Sidoarjo.
Kali ini mengambil tema ‘Lentera Syawal Membasuh Hati Mempererat Silaturaahmi’ dengan menghadirkan sebanyak 400 peserta.
Terdiri dari pengurus yayasan, kepala sekolah, pengawas sekolah, rekanan Yayasan, Mitra DUDIKA, Guru purna, Forkopimcam Krian, pendidik dan tenaga kependidikan 3 lembaga dibawah naungan YPP Krian Sidoarjo beserta keluarga.
Mereka para peserta diajak oleh dr. Agus untuk merefleksikan makna kebahagiaan sejati, dan pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah tekanan hidup global.
Acara yang berlangsung hangat ini menekankan bahwa kebahagiaan bukan hanya soal materi, melainkan soal rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama.
Tak hanya bicara soal spiritual, acara ini juga menyoroti fenomena mental health yang kian memprihatinkan.
dr. Agus menjelaskan bahwa banyak penyakit fisik, seperti kolesterol dan asam lambung, sebenarnya dipicu oleh kelelahan pikiran atau stres, bukan hanya karena faktor makanan.
“Berpikir itu energinya lima kali lipat lebih besar. Kalau semua dipikirkan secara berlebihan, bisa terjadi brain atrophy atau penciutan otak,” tegasnya.
Gejala stres ringan pun dibahas secara jenaka, mulai dari gaya jalan yang tidak fokus hingga munculnya penyakit psikosomatik seperti vertigo dan migrain yang tak kunjung sembuh.
Menurutnya guru adalah termasuk investasi masuk surga. Tantangan mendidik generasi Alfa dan generasi Z di era digital menuntut perubahan paradigma besar dari para guru.
Tidak sekadar mentransfer ilmu, pendidik masa kini diharapkan memiliki kematangan mental dan spiritual agar mampu membimbing siswa dengan hati.
Makanya pentingnya bagi para guru untuk melakukan perubahan pola pikir (mindset) agar selaras dengan kebutuhan zaman. “Fokus utama dalam mengabdi di dunia pendidikan salah satunya adalah membangun koneksi spiritual,” tegasnya.
Sementara itu Pihak YPP Krian Sidoarjo yang diwakili oleh Humas SMK Krian 1 Sidoarjo Akhmad Robby, S.Kom juga berharap, dengan adanya motivator tadi para guru semoga terus semangat.
“Penuh keikhlasan dan orientasi spiritual yang kuat, para guru tidak hanya mampu menghadapi kompleksitas perilaku generasi digital, tetapi juga mampu menjadi teladan moral bagi para murid di tengah perubahan zaman yang cepat,” harapnya.
Ketua Panitia, Ika Hesti Pratiwi juga menjelaskan memilih tema ‘Lentera Syawal Membasuh Hati Membererat Silaturrahmi’ ini diharapkan agar semangat Idul Fitri menjadi cahaya (lentera) yang membersihkan diri kita dari segala khilaf.
“Sekaligus menjadi momentum untuk memperkokoh ikatan kekeluargaan di lingkungan yayasan kita tercinta,” jelasnya.
Adapun tujuannya adalah selain sebagai ajang bermaaf-maafan, juga bertujuan untuk menyemarakkan syiar Islam dalam kehidupan masyarakat, melalui kegiatan–kegiatan yang positif dan bernilai baik.
“Tentunya bagi perkembangan internal kedalam lingkungan masyarakat Islam maupun dalam lingkungan masyarakat yang luas,” katanya.
“Dengan harapan, mempererat kebersamaan dan menjalin silaturrahim antar sesama muslim, khususnya bagi keluarga besar YPP Krian Sidoarjo, mitra DUDIKA dan seluruh hadirin pada kegiatan pagi ini,” harap Bu Ika_sapaan akrabnya.(mad/aba)




