LIPUTANINSPIRASI, Sidoarjo – Bertaubat itu tidak harus menunggu sampai tua, atau setelah dosa itu bertumpuk tumpuk, atau menjelang ajal tiba. Justru mulai sekarang pertaubatan itu harus dilakukan, karena manusia tidak luput dari dosa. Taubat itu langkah awal seorang menuju Tuhannya.
Demikian bahasan utama dalam menerangkan Hakikat Taubat yang disampaikan saat pengajian Subuh Ramadhan Musholla Nurul Falah Jemundo Taman dari Kitab’ Risalatul Muawanah’ karya Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad. Kamis(26/2/2026).
Dalam pengajian rutin tersebut, Ust. Ibnu Athoillah membahas kitab yang mengupas tuntas tentang “Pintu Kembali” alias Taubat. Berikut adalah poin-poin utama yang beliau sampaikan.
Taubat itu bukan Sekadar Kata, Tapi Fondasi. Ust. Ibnu menekankan bahwa taubat adalah step pertama. Tanpa taubat, perjalanan spiritual seseorang tidak akan memiliki landasan yang kokoh.
”Taubat itu pondasi semua maqam (tingkatan) di jalan Allah,” tegas beliau mengutip teks kitab tersebut.
Menurut beliau, taubat belum dianggap sah jika belum memenuhi “Tiga Pilar”:
1.Berhenti total dari dosa tersebut sekarang juga.
2.Ada rasa sesal yang mendalam di dalam dada.
3.Berjanji sekuat tenaga tidak akan mengulangi lagi seumur hidup.
Bagaimana kita tahu taubat seseorang itu tulus (shadiq). Pengasuh Majlis Taman Surga itu memaparkan indikatornya:
1.Punya hati yang melembut, yaitu tidak lagi keras atau sombong.
2. Sering menangis saat mengingat dosa.
3. Beralih ke lingkungan yang baik. Berani meninggalkan teman yang buruk dan menjauhi tempat maksiat.
Saat mengakhiri pengajian Ia menegaskan kembali “Jangan anggap remeh dosa kecil. Ibarat racun atau api, sekecil apa pun ia tetap membahayakan. Segeralah bertaubat tanpa menunda, karena hamba yang bertaubato akan dicintai Allah seperti orang yang bersih tanpa dosa.”(Pr/aba)




