LIPUTANINSPIRASI Sidoarjo – Kajian Ramadhan hari ke-7 di Musholla Nurul Falah Jemundo, Taman Sidoarjo, membahas tentang mendoakan dengan memohonkan ampunan kepada Alloh SWT untuk orangtua atau sessmauslim itu bagian dari bentuk syukur. Pagi ini telah dikupas dengan lugas oleh Ust. Moh. Ibnu Athoillah, M. Pd. I. Rabu(25/2/2026)
Dalam pengajianya Yai Atho’, panggilan akrabya menyampaikan pentingnya berbakti kepada orang tua, kasih sayang sesama mukmin, serta menjaga lisan dan sikap dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menyampaikan, “Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperbanyak doa dan istighfar. Dengan beristighfar untuk kedua orang tua, kita bukan hanya berbakti, tetapi juga melaksanakan perintah Allah untuk bersyukur kepada mereka.” tutur pengasuh Majlis Taman Surga Sidoarko.
Beliau mengutip nasihat Maimun bin Mihran rahimahullah yang menyatakan bahwa beristighfar untuk orang tua minimal setiap selesai salat fardu merupakan bentuk syukur kepada mereka, sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an surat Luqman ayat 14: “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.”
Beliau juga menambahkan, “Mendoakan kaum mukminin dan mukminat adalah wujud kasih sayang yang luas. Doa tersebut menjadi sebab turunnya rahmat dan rezeki dari Allah.”
Dalam kesempatan tersebut, beliau mengingatkan sabda Rasulullah ﷺ: “Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” Menurut Yai Atho’, prinsip ini harus menjadi pedoman dalam membangun ukhuwah Islamiyah dan solidaritas sosial.
Menutup pengajian , beliau mengutip nasihat Yahya bin Mu’adz rahimahullah: “Jika engkau tidak mampu memberi manfaat kepada orang lain, maka janganlah memberi mudarat. Jika engkau tidak mampu membahagiakan mereka, maka janganlah membuat mereka bersedih.” (Pr/aba)




