LIPUTANINSPIRASI, Sidoarjo – Memasuki hari keempat Ramadhan, antusiasme jamaah odi Musholla Nurul Falah, Jemundo, Taman, Sidoarjo, tetap tinggi. Pengajian rutin Ramadhan bakda subuh pagi ini, pembahasan beralih pada pentingnya menjaga adab dan memuliakan sesama Muslim. Ahad(22/2/2026)
Melanjutkan pembacaan kitab Risalatul Muawanah karya ulama besar Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad, Ust. Ibnu Athoillah menekankan bahwa menghormati sesama Muslim bukanlah sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan syariat. Demikian menurut pengasuh Majlis Taman Surga Sidoarjo.
Ia jelaskan bahwa kepada sesama harus saling menghormati, bahkan penghormatan khusus kepada ummat Muhammad yang memiliki kelebihan di sisi Allah, seperti para ulama, orang-orang sholeh, orang tua, serta mereka yang telah diberi kemuliaan oleh Allah SWT.
Oleh karena itu, pengasuh majlis ini melarangan keras bagi seorang Muslim untuk berbuat kasar atau menciptakan rasa takut terhadap saudaranya. Menertawakan dengan sinis, menghina, apalagi memandang rendah orang lain. Ini adalah disebut sebagai “karakter busuk” dan akhlak tercela yang harus dibersihkan selama bulan suci ini. Imbuhnya.
Ia meyakinkan dengan mengutip sebuah hadits Nabi Muhammad SAW, sebagai pengingat keras bagi para kaum muslimin.
”Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan tidak menyayangi yang lebih muda.” Tegasnya.
Beliau juga memaparkan sabda Rasulullah SAW yang sangat mendalam,
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ».
Artinya: Rasulullah ﷺ bersabda,
“Cukuplah seseorang dianggap berbuat jahat bila ia menghina/merendahkan saudaranya sesama Muslim.”
Sebelum mengakhiri dengan do’a, beliau berharap semoga kita semua berada dalam lindungan Allah SWT, terhindari dari semua keburukan itu. (Pr/aba)




