LIPUTANINSPIRASI, Sidoarjo – BUMDes Gading Makmur Desa Jumputrejo Sukodono ini sangat kreatif. Pasalnya lahan seluas 11×24 meter persegi (dikali dua) yang dulunya rawa-rawa dan tempat pembuangan sampah, kini dibuat jadi destinasi wisata kebun melon hidroponik yang langsung bisa dipetik oleh pembelinya.
Ada empat jenis melon premium ditanam, mulai melon Lavender, The Blues, Dalmation, dan Golden Kinanti. Harga melon ini dibanderol Rp 25.000 per kg, ternyata masih banyak warga yang datang untuk memetik melon langsung dari pohonnya.
Ketua BUMDes Gading Makmur Desa Jumputrejo Sukodono, H. Imam Mukozali, SAg MM, mengungkapkan bahwa melon ditanam pada 15 Desember 2025 dan sudah bisa dipanen sekitar 60-70 hari kemudian. “Kami berharap wisata petik melon perdana ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan bisa menjadi icon Desa Jumputrejo Sukodono,” harap Ustad Imam Mukozali.
Kebun melon ini merupakan inisiatif BUMDes Gading Makmur Desa Jumputrejo, yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan dan perekonomian lokal. Dengan sistem hidroponik, kebun melon ini dapat menghasilkan buah melon yang berkualitas tinggi dan ramah lingkungan.
Sistem hidroponik yang digunakan dalam penanaman melon ini memang memiliki beberapa kelebihan.”Salah satunya adalah kualitas melon yang lebih terjaga karena tanaman tidak bersentuhan langsung dengan tanah, sehingga mengurangi risiko penyakit dan kerusakan,” jelas Pegawai Kemenag Sidoarjo.
“Melon yang ditanam dengan sistem hidroponik dan pakai pipa ini saya kira lebih bagus kualitasnya ya. Satu karena terjaga kualitas dari tanaman liar. Kedua Insya Allah rasanya ini lebih lebih manis,” katanya.
Selain itu, sistem hidroponik juga memungkinkan kontrol nutrisi yang lebih akurat, sehingga tanaman dapat menyerap nutrisi yang dibutuhkan secara optimal. Hal ini dapat mempengaruhi rasa dan kualitas melon, membuatnya lebih manis dan segar.
“Melon hidroponik ini memang lebih bagus kualitasnya, rasanya lebih manis dan segar,” tandas Imam Mukozali.
Sementara itu, Kepala Desa Jumputrejo Sukodono, Widarto mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota dan Ketua BUMDes Gading Makmur yang telah memberikan kontribusi berupa tanaman melon. Ia menaruh harapan besar pada saat panen berikutnya, kualitas Melon bisa lebih bagus lagi. “Karena ini panen perdana, akan kami evaluasi dan semoga panen berikutnya bisa lebih bagus,” pungkasnya.
Sementara itu sejumlah pengunjung mengaku penasaran dengan tanaman melon yang menggunakan sistem hidroponik. Menurutnya, melon ini memiliki rasa manis dan harga terjangkau.
“Untuk konsumsi sendiri. Karena tertarik dengan metode tanam melon yang digantung, dan sepertinya enak,” ucap Anita salah satu pengunjung.(mad/aba)





