LIPUTANINSPIRASI, Sidoarjo – Musholla Nurul Falah Jemundo, Taman Sidoarjo kembali menggelar pengajian rutin ba’da Subuh selama bulan Ramadhan. Kegiatan ini melanjutkan kajian kitab Risalatul Muawanah yang telah dibahas pada Ramadhan sebelumnya. Mengawali bahasan pagi ini adalah tentang Nasihat. Pada pasal ini yang disampaikan oleh Ustadz Moh. Ibnu Athoillah, M.Pd.I. Jum’at(20/2/2026)
Dalam bahasanya, Ustadz Ibnu Athoillah menekankan bahwa setiap muslim memiliki hak sekaligus kewajiban untuk memberikan nasihat yang baik. Nasihat bukan sekadar ungkapan perhatian melalui lisan, melainkan harus lahir dari lubuk hati yang tulus. “Agama adalah nasihat. Dengan nasihat yang benar, diharapkan lahir kebaikan dan keselamatan bagi umat,” ujarnya.
Beliau juga menegaskan, ketika diminta pendapat tentang suatu hal, seorang muslim harus tetap menyampaikan kebenaran meskipun bertentangan dengan keinginan orang yang bertanya. Hal ini menjadi wujud nyata dari nasihat yang jujur dan penuh kasih sayang.
Ia mengingatkan ketika nasihat yang kita sampaikan tidak direspon dengan baik, bahkan cacian, umpatan, bahkan sampai kekerasan. itu harus dipahami sebagai introspeksi diri. Bisa jadi mungkin abai dari cara atau etika dalam memberi nasihat.
Menurut pengasuh Majlis Taman Surga Sidoarjo ada beberapa poin penting dalam memberi nasehat.
yaitu Ikhlas dan Berniat baik. Niat tulus untuk mendapatkan ridha Allah, bukan untuk menyombongkan diri atau menjatuhkan orang lain.
Selain itu, menyampaikan nasehat dengan kata-kata yang lembut, santun, tidak kasar, dan tidak meninggikan suara.
Hindari menasehati di depan umum karena dapat mempermalukan dan membuat orang lain menolak nasehat tersebut.
Jangan lupa memastikan kebenaran kabar yang didengar sebelum menasehati agar tidak terjadi fitnah. Ungkapnya saat mengakhiri pengajian. (Ss/aba)





