LIPUTANINSPIRASI, Mojokerto – Pemerintah Kabupaten Mojokerto resmi mengukuhkan kepengurusan Forum Anak Majapahit periode 2025–2027 dalam sebuah acara bertajuk “Satu Hati Satu Visi Menuju Kabupaten Layak Anak”. Pengukuhan berlangsung di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Senin (9/2) pagi, dengan dihadiri jajaran pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta ratusan undangan dari berbagai elemen.
Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran anak sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Forum Anak Majapahit diharapkan mampu berkontribusi aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kebijakan yang menyentuh kepentingan anak di Mojokerto.
Dalam laporannya, Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Mojokerto, Tatang Mahendra, menyampaikan bahwa proses seleksi pengurus telah dilaksanakan sejak Oktober 2025. Dari 120 peserta yang mengikuti tes wawancara dan presentasi kelompok, terpilih 52 anak yang kini menempati posisi kepengurusan Forum Anak Majapahit.
“Tujuan kegiatan ini yakni memberikan landasan hukum resmi Forum Anak Majapahit sebagai wadah partisipasi anak dalam pembangunan, serta sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kebijakan yang langsung menyentuh kepentingan anak,” ujar Tatang Mahendra.
Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, dalam sambutannya menegaskan bahwa anak adalah aset bangsa yang harus dilindungi hak-haknya, diberi ruang kreativitas, dan ditampung aspirasinya.
“Anak adalah subjek pembangunan, karena merekalah yang paling memahami apa yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal di tengah masyarakat,” ujar Bupati Albarraa.
Beliau menekankan komitmen Pemkab Mojokerto dalam memberikan ruang seluas-luasnya bagi anak untuk menyuarakan aspirasi, termasuk melalui musrenbang desa, kecamatan, hingga kabupaten. Selain itu, pemerintah daerah juga telah menghadirkan berbagai program ramah anak, seperti Sekolah Ramah Anak, Puskesmas Ramah Anak, Perpustakaan Ramah Anak, Tempat Ibadah Ramah Anak, Informasi Ramah Anak, serta Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).
Bupati Albarraa juga menyinggung tantangan yang dihadapi anak-anak di era digital. Berdasarkan data DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto tahun 2024, tercatat 36 kasus kekerasan terhadap anak, terdiri atas kekerasan fisik, psikis, seksual, penelantaran, dan kasus lainnya. Ia berharap Forum Anak Majapahit dapat menjadi jembatan komunikasi antara anak-anak dan pemerintah, sekaligus membantu meminimalisasi kasus kekerasan dengan memberikan edukasi tentang penggunaan teknologi digital secara cerdas.
“Forum Anak Majapahit harus menjadi pelopor dan pelapor kebaikan, serta berkontribusi aktif dalam setiap klaster penilaian Kabupaten Layak Anak. Dengan keseimbangan antara pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban, saya yakin anak-anak Mojokerto akan tumbuh menjadi generasi berkarakter, mandiri, berprestasi, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Dengan tema “Satu Hati Satu Visi Menuju Kabupaten Layak Anak”, pengukuhan ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi generasi muda Mojokerto untuk berperan aktif, kreatif, dan inovatif dalam pembangunan daerah. Kehadiran Forum Anak Majapahit menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan Mojokerto sebagai kabupaten yang ramah dan layak bagi anak. (Prm/Foto/Ajb/Ng/Kominfo)




